Artikel Pendidikan Bermanfaat

2/20/2017

Pengertian, Sifat dan Perbuatan Tuhan ( ALLAH ) Dalam Ajaran Islam

Pengertian Sifat dan Perbuatan Tuhan ( ALLAH ) Dalam Ajaran Islam


Allah Sebagai Khaliq ( Pencipta )

Sahabat muslim yang seiman,

Pernahkan kita berfikir tentang bagaimana kita membuktikan bahwa Allah itu ada ? cobalah kita perhatikan apa yang ada disekitar kita, dirumah misalnya, terdapat berbagai macam perabutan rumah tangga seperti meja, kursi, tv, radio, dan sebagainya, pertanyaannya adalah apakah itu semua terjadi atau ada dengan sendirinya ? jawabnnya tentu tidak, karena semua itu ada yang membuatnya, lalu siapakah yang membuatnya ? meski kita tidak tau namanya, bagaimana bentuk tubuhnya, ataupun warna kulitnya pstinya kita tahu bahwa yang membuata itu adalah manusia. Kita tentunya akan menolak jika ada pernyataan yang menyatakan bahwa benda-benda tersebut ada dengan dengan sendirinya, akal kita pasti tidak menerima kalau benda itu dibuat oleh hewan atau yang serupa dengan benda itu sendiri. 

Kita berkyakinan bahwa benda-benda itu tidak terjadi dengan sendirinya, pastilah ada yang menciptakannya, kitapun pasti akan menolak kalau dikatakan bahwa yang menciptakan semua itu adalah sama dengan benda-benda yang diciptakan. Pencipta hewan sama dengan hewan, pencipta manusia sama dengan manusia. Atau setidaknya ada keserupaan atau kemiripan antara pencipta dengan makhluknya misalnya, sama-sama memiliki mata,hidung , mulut atau telinga, atau mungkin patung dapat menciptakan sesuatu. Kalau ya… alangkah lucunya dan kalau tidak, mengapa ada yang menyembahnya atau mengangkatnya menjadi tuhan.

Pengertian, Sifat dan Perbuatan Tuhan ( ALLAH ) Dalam Ajaran Islam
Pengertian, Sifat dan Perbuatan Tuhan ( ALLAH ) Dalam Ajaran Islam 

Yang sebenarnya adalah bahwa pencipta tidaklah sama dengan apa yang diciptakannya apa lagi menyerupainya, “ Khaliq tidak sama dengan makhluk. Ia adalah zat yang wajib adanya ( Zat Wajibul Wujud ) “. Bagaimana bentuk jenis atau wujudnya adalah diluar jangkauan akal manusia karena itu kita dilarang untuk memikirkan Zat Tuhan. Pikirkanlah ciptaannya dan jangan pikirkan Zat Tuhan. Dengan melihat ciptaan yang begitu menakjubkan, kita percaya kalau yang menciptakan lebih agung lagi. 


( QS Az-Zumar 39 : 62-63 ) yang artinya : 

“ Allah pencipta segala sesuatu dan dia pemelihara segala sesuatu, baginya perbendaharaan langit dan bumi. Dan orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah mereka itulah orang-orang yang jahil “ 

( QS Al-Baqarah 2 : 255 ) yang artinya : 

“ Allah tidak ada tuhan melainkan dia, yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaannya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat member sayafa’at di sisi Allah tanpa izinnya? Dia mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan apa-apa yang ada dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dia kehendaki. Kursi ( kekuasaa)-nya meliputi langit dan bumi. Dan tidak tidak berat memelihara keduanya, dan dia maha tinggi lagi maha besar. “

( QS Thaha 20 : 144 ) yang artinya : 

“ Maha tinggi Allah, Raja yang benar. Dan janganlah engkau tergesa-gesa membaca Alqur’an sebelum selesai diwahyukan kepada engkau, dan katakanlah, “ ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu “ 

Sifat-Sifat Allah 


Zat Allah jelaslah tidak dapat kita jangkau atau kita tangkap dengan nalar , pikiran atau indera kita. Namun, Al-Qur’an memberikan informasi tentang adanya Tuhan dengan sifat-sifatnya yang sempurna. Dari ayat-ayat bertebaran didalam Al-Qur’an disimpulkan bahwa ada sekitar 99 nama Tuhan yang mulia ( AL-Asma AL-Husna ) yang menggambarkan sifatnya yang sempurna. 

Memperhatikan semua sifat-sifat tuhan itu semua dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya Tuhan memiliki barbagai sifat yang tidak ada yang bandingannya. Sebagai Tuhan, dia tidak bekerja sama dengan mahluknya. Dia menciptakan karena itu semua makhluk hanya tunduk dan patuh kepadanya. Orang atau makhluk tidak berhak untuk disembah, karena makhluk yang diciptakannya tidak mungtkin setara dengannya. Yang maha pencipta, dia berkuasa , berilmu dan dapat bertindak apa saja jika dia menghendaki. 

Anjaran inti agama islam adalah menyembah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap tauhid adalah meyakini dan mempercayai bahwa Allah Esa Zatnya, sifatnya, perbuatannya, wujudnya. Ia juga esa member hukum, esa menerima ibadah, dan esa dalam memberikan perlindungan kepada makhluknya. 

Para ulama Tafsir mengatakan bahwa , keesaan Allah itu mecakup : 

1. Keesaan Zat
2. Keesaan Sifat
3. Keesaan Perbuatan dan 
4. Keesaan dalam beribadah kepadanya. 

1. Keesaan Zat Allah 

Mengendung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah tidak terdiri dari unsur-unsur atau bagian-bagian karena jika zat yang maha kuasa itu terdiri dari dua unsure atau lebih, maka itu berarti  ia membutuhkan unsur atau bagian itu. Sedangkan semua unsur yang ada , ia tidak membutuhkannya. 

 ( QS Faathir 35 : 15 ) yang artinya : 

“  Hai Manusia, kamulah yang memerlukan Allah, sedangkan Allah dialah  yang maha kaya lagi maha terpuji “.

( QS Asy, Syuura 42 : 11 ) Yang artinya : 

“ Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagian kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan (pula). Dia mengembangkan kamu padanya. Tidak satupun yang serupa dengan dia; dan dialah yang maha mendengar lagi maha mellihat “. 

2. Keesaan Sifat Allah

Bahwa Allah memiliki sifat yang tidak sama dalam substansi ( isi ) dan kapasitasnya dengan sifat makhluk walaupun dari segi bahasa, kata yang digunakan untuk menunjukkan sifat tersebut sama. Sebagai contohnya yakni : kata “Rahim” merupakan sifat bagi Allah tetapi juga digunakan untuk menunjukkan rahmat atas kasih sayang Allah berbeda dengan rahmad makhluknya. 

( QS Al-A’Raaf 7 : 180 ) Yang artinya : 

“ dan bagi Allah nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepadanya dengan nama-nama yang baik itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam ( Menyebut ) nama-namanya, kelak mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan “. 

3. Keesaan Perbuatan Allah 

Bahwa segala sesuatu yang berada di alam raya ini, baik cara kerjanya maupun sebab dan wujudnya, kesemuanya adalah hasil perbuatan Allah semata. Apa yang dikehendakinya terjadi, dan apa yang tidak dikehendakinya tidak akan terjadi. Tidak ada daya ( Untuk memperoleh manfaat ) tidak pula kekuatan ( untuk menolak moderat ) kecuali bersumber dari Allah SWT.

( QS Yaa Siin 36 : 83 ) Yang Artinya : 

“  maka maha suci yang ditangannya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadanyalah kamu dikembalikan “. 

( QS Ali-Imran 3 : 59 ) Yang artinya : 

“ sesungguhnya perbandingan ( kejadian ) Isa di sisi Allah adalah seperti ( kejadian ) Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya “ Jadilah “ maka jadilah dia “. 

4. Keesaan dalam beribadah kepada Allah 

Kalau ketiga keesaan diatas adalah hal yang harus diketahui dan diyakini, maka keesaan yang selanjudnya ini adalah perwujudan daripa ketiga makna keesaan terdahulu. Ibadah itu beraneka ragam dan bertingkat-tingakat, salah satu ragamnya yang mkin jelas adalah amalan tertentu yang ditetapkan cara atau kadarnya langsung oleh Allah atau melalui Rasulnya, dikenal dengan istilah “ Ibadah mahdhah“. Sedangkan ibadah dalam pengertiannya yang umum mencakup segala macam aktifitas yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT. 

( QS Al-An’aam 6 : 162 ) 

“ Katakanlah , sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku ( Hanyalah ) untuk Allah, Tuhan semesta alam “. 


“ Semoga bermanfaat dan terimakasih “   

Pengertian, Sifat dan Perbuatan Tuhan ( ALLAH ) Dalam Ajaran Islam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: edho kasiilmu

0 komentar:

Posting Komentar