Artikel Pendidikan Bermanfaat

2/12/2017

Hukum dan Cara Berhubungan Di Bulan Puasa Dengan Aman

Hukum dan Cara Berhubungan Di Bulan Puasa Dengan Aman 

Sebagai manusia sekaligus hamba Allah yang insyaallah dimuliakan Allah SWT, tentunya kita sama-sama tahu bahwa berhubungan dengan istri atau suami sudah menjadi kebutuhan batin setiap orang atau menusia, namun disayangkan jika masih ada atau masih banyak diantara kita yang tidak memahami kapan kita diperbolehkan berhubungan atau tidak boleh berhubungan pada waktu-waktu tertentu seperti pada judul di atas yang kita akan bahas mengenai berhubungan badan ( Berjima’) dibulan Rhamadhan. 

Sahabat muslim sekalian.. 

Agama islam tidak melarang kita berhubungan dengan suami atau istri pada bulan rhamadhan namun perlu kita ketahui bahwa ada waktu dimana hal tersebut tidak boleh dilakukan terhadap seorang pasangan meskipun itu pasangan suami istri yang baru saja menikah karena islam tidak mengatur hal itu melainkan hanya mengatur kapan boleh melakukannya dan kapan tidak boleh melakukannya agar tidak menjadi dosa dan mengurangi nilai ibadah disisi Allah SWT. 

Tips Aman Berhubungan Di Bulan Puasa ( Rhamadhan )
Tips Aman Berhubungan Di Bulan Puasa ( Rhamadhan )

Adapun waktu yang tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri dibulan rhamadhan yakni pada saat menjalankan ibadah wajib tersebut yakni pada mulai terbit fajar hingga terbenam matahari diufuk barat, dan selama itu pula aktifitas bersentuhan, aktifitas yang berbau kontak jarak dekat dengan pasangan perlu dijaga jangan sampai memicu libido masing-masing dan dapat membatalkan puasa atau ibadah wajib kita apalagi sampai melaukan hubungan pada waktu tersebut, 
Hal itu akan menjadi penyakit, Dosa dan akan lebih besar ganjarannya lagi sebab didalam sebuah riwayat mengatakan bahwa jika itu terjadi pada saat kita sedang berpuasa maka sia-sialah puasa kita selama sebulan dan wajib diganti puasa sebulan tersebut dengan berpuasa kembali setelah bulan Rhamadhan selama 1 bulan penuh sama seperti pada waktu bulan rhamadhan , maka muncullah satu pertanyaan.. sanggupkah kita menggantinya ? 

Dan adapun pertanyaan selanjudnya adalah …. Lalu waktu kapan hubungan itu bisa dilakukan pada bulan suci Rhamadhan   ? 

Maka jawabanya adalah pada waktu setelah terbenamnya matahari diufuk barat dan setelah kita berbuka puasa . yakni pada malam hari, Namun sebaiknya diharapkan agar melakukannya tidak pada saat orang sedang sibuk beribadah shalat tarawih dan dilakukannya pun tidak tergesa-gesah atau terkesan memaksakan diri karena dapat mengirangi ibadah sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang menyatakan : 

“ janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan yakni ciuman dan cumbu rayu “ ( HR Tarmidzi ) 

Maksud dari hadist diatas adalah jika hendak berhubungan cobalah untuk tidak seperti orang yang kehausan dan kelaparan karena berpuasa karena seorang istri bukanlah makanan atau minuman meski terdapat nikmat kepuasan didalamnya, cobalah untuk tetap beribadah meski itu dalam kondisi yang sedang kekurangan tenaga karena seharian berpuasa, maka dari itu cobalah pula kita menerapkan hal yang dibawah ini : 

1. Buang Rasa Bersalah 

Tidak sedikit dari para pasangan suami istri yang kadang merasa bersalah bila berhubungan intim dibulan suci Rhamadhan meski dilakukannya pada malam hari, padahal rasa bersalah itu tidaklah tepat karena jika hubungan tersebut tidak melanggar atau menodai kesucian ibadah tersebut apalagi jika sampai menolak ajakan suami untuk berhubungan setelah malam hari tiba sementara wajib hukumnya seorang istri untuk melayani suaminya, terkecuali seorang suami tidak menginginkannya ya sah-sah saja… 

Perlulah kita memahami bahwa burhubungan intim merupakan suatu fitrah untuk manusia, maka tidaklah salah bila ingin bercumbu meski itu dibulan Rhamadhan namun yang pastinya hubungan tersebut dilakukan pada waktu yang diperbolehkan seperti yang kita bahas tadi dipoin awal agar hubungan tersebut juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT . maka dari itu cobalah untuk membuang rasa bersalah tersebut agar supaya iabdah lancer, dan hubungan andapun ikut lancer , terjaga dan berbuah ibadah. 

2. Lakukan Seks Instan 

Bila selama ini atau selama anda berhubungan dengan pasangan diluar bulan rhamadhan tergolong lama demi kepuasan tersendiri maka pada waktu Rhamadhan cobalah untuk menurunkan waktunya tau durasinya karena energy yang ada pada tubuh pada bulan Rhamadan akan jauh lebih sdikit karena berpuasa pada pagi hingga petang  dibandingkan dengan biasanya, belum lagi kita harus beribdah tarawih, mengaji dan amalan-amaln lainnya di bulan suci Rhamadhan dan ditambah lagi harus bangun lebih cepat dibandingkan biasanya kaena harus makan sahur sebelum berpuasa esok harinya. 

Dan juga disarankan  agar spaya dalam berhubungan tidak terkesan hanya sekedar menyalurkannya saja tanpa sama-sama merasakan kepuasan dalam berhubungan karena itu sudah sudah menjadi Sunnah Rasululah. Cobalah untuk tetap berkomunikasi sebelum melakukan lengkap dengan cumbu rayunya agar kebutuhan istri juga dapat kita penuhi, dan yang paling akhir adalah : 

3. Mandi Wajib ( Junub ) 

Sobat islam sekalian..

Ketaulah bahwa tidak aka nada amalan wajib yang akan sah jika kita tidak membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beribadah, mau shalat saja kita wajib menghilangkan hadas kecil apa lagi ini tergolong dalam hadas besar maka wajib hukumnya untuk dibersihkan  dan itu juga untuk menjaga kesahatan tubuh kita sendiri, 

Namun cobalah agar menghindari mandi pas setelah berhubungan dimalam harinya karena mandi malam bisa menimbulkan berbagai macam penyakit untuk tubuh kita maka sebaiknya cobalah untuk berjunub ( Mandi Wajib ) pada waktu sebelum imsak atau sebelum subuh hari dikisaran pukul 3 subuh hingga sebelum masuk waktu imsak. 

Demikian artikel singkat ini semoga bermanfaat dan terimasih  

Hukum dan Cara Berhubungan Di Bulan Puasa Dengan Aman Rating: 4.5 Diposkan Oleh: edho kasiilmu

0 komentar:

Posting Komentar