Tempat Berbagi dan Berbagai Pembelajaran

14 Mei 2019

Keutamaan Silaturahmi Menurut Pandangan Islam

Keutamaan Bersilaturrahmi Menurut Pandangan Islam

- Media Silaturahmi

Para ulama sepakat bahwa hukum silaturahmi adalah wajib. Sebaliknya,memutuskan silaturahmi adalah haram. Qadhi iyad juga berpendapat bahwa silaturahmi adalah wajib sedangkan memutuskannya termasuk kemaksiatan yang besar. 

Adapun bentuk kewajibannya tergantung kebutuhan situasi, dan kondisi yang ada. Jika seseorang memiliki saudara yang kaya dan paman yang miskin,misalnya, maka jalinan dengan silaturahmi dengan saudara yang kaya tersebut cukup dengan mengunjunginya saja, akan tetapi, bersilaturahmi dengan pamannya yang miskin tidak sekedar demikian, melainkan ia juga harus memberinya sebagian  dari harta yang dimiliki jika ia mampu.

Syehk Hasan Ayyub dalam kitabnya ,as-suluk al-ijtima’ fi al-islam,berpendapat bahwa bersilaturahmi dapat dilakukan dengan cara menjenguk yang sedang sakit, memenuhi undangan,memberikan ucapan selamat kepada yang sedang bergembira dan turut berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah Selain itu bersilaturahmi juga dapat dilakukan dengan cara melunasi hutang seseorang yang tidak mampu membayar hutangnya atau memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkannya.

Hal senada juga dituturkan oleh Ibnu Abi Jamrah sebagaimana dikutip dalam kitab Yuhibbullah wa Maza Yubgidu, bahwa media yang bisa digunakan untuk menjalin silaturahmi antara lain adalah harta, tenaga , pikiran dan doa. Silaturahmi dapat terwujud dengan efektif bila dilakukan secara istiqomah ( konsisten ). Adapun terhadap orang-orang kafir dan durhaka,seseorang diperbolehkan memutuskan silaturahmi dengan mereka setelah mengerahkan seluruh upaya untuk menasehatinya,membimbing dan mendoakan meraka supaya mereka kembali ke jalan yang lurus.

Dari keterangan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa silaturahmi itu bisa diwujudkan dengan berbagai cara dan melalui beragam media. Diantaranya bentuk sialturahmi dengan yang mudah adalah mengunjungi kerabat,memberikan hadiah kepada mereka, menyantuni fakir miskin, menjamu para tamu,ikut berbelasungkawa atas musiabh yang menimpanya,menjenguk dan sebagainya. Hal ini paling penting dalam bersilaturahmi adalah berupaya memperbaiki kembali hubungan kekeluargaan yang telah retak atau terhapus.

Abu al-laits as-Samarqandi dalam kitabnya , Tanbih al-Gafilin,memberikan tips-tips bersilaturahmi,diantaranya adalah sebagai berikut :

Jika seseorang memiliki tempat tingal yang dekat dengan sanak kerabatnya,hendaklah ia mempererat tali silaturahmi dengan membawa hadiah dan mengunjungi mereka. Jika ia tidak bisa bersilaturahmi dengan membawa hadiah, maka cukup dengan mengunjungi dan membantu pekerjaan mereka, kalau dibutuhkan. Tetapi apabila tempat tinggal sanak kerabat itu jauh,ia dapat mempererat tali silaturahmi dengan cara mengirim surat,dan sebagainya. Namun akan lebih baik jika sesekali ia mengunjungi mereka. 

Pada zaman sekarang, banak media yang bisa digunakan untuk bersilaturahmi,misalnya lewat surat,telepon,sms atau berbagai fasilitas lainnya. Namun yang perlu diingat adalah janganlah karena alasan sibuk atau merasa telah terwakili dengan media tersebut,sehingga membuatnya malas untuk berkunjung.

Menurut Qatadah, apabila seseorang memiliki sanak kerabat,tetapi ia tidak pernah mengunjunginya dan tidak pernah membantunya dengan harta berarti ia telah memutuskan tili silaturahmi dengannya. Bahkan dalam salah satu suhuf ( lembaran wahyu yang diterima loeh para Nabi ) tertulis perintah sebagai berikut : “ Wahai manusia,pereratlah tali silaturahmi dengan hartamu, jika hartamu sedikit,maka berjalanlah kepadanya dengan kakimu ( yakni kunjungilah ). 

Dari pnjelasan tersebut tampak bahwa tak ada alasan untuk melakukan silaturahmi.bahkan dengan mengucapkan salam saja sudah termasuk bersilaturahmi ? Rasulullah SAW bersabda : 

“ (pereratlah ) tali silaturahmi kalian (walaupun ) hanya mengucapkan salam “.( HR Thabrani ).

Keutamaan Silaturrahmi Menurut Pandangan Islam
Keutamaan Silaturrahmi Menurut Pandangan Islam

- Keutamaan Bersilaturahmi 

Allah SWT berfirman yang artinya : 

“ Wahai manusia, bertakwalah kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari yang satu (adam ), dan Allah menciptakan pasangannya ( hawa ) dari dirinya; dan dari dirinya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling meminta,dan ( peliharalah ) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu “. ( QS An-Nisaa’ 4 :1 ). 

Berdasarkan ayat tersebut maka hukum bersilaturahmi itu menjadi wajib, karena ia merupakan perintah Allah. Bersilaturahmi merupakan bentuk ketaatan kepada perintahnya. Dalam ayat tersebut, perintah untuk menjalin silaturahmi ditempatkan setelah perintah untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Ini menunujukkan arti penting silaturahmi didalam kehidupan manusia.

Ali ash-shabuni dalam safwah at-Tafasir menafsirkan, diiringkannya perintah untuk bertakwa dan bersilaturahmi dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa interaksi antara manusia itu penting, sebab, semua manusia berasal dari satu keturunan ( yakni Nabi Adam a.s ) dan mereka adalah bersaudara. Jika manusia berpegang teguh kepada ayat tersebut, niscaya mereka hidup didalam kedamaian dan kesejahteraan.

Ibnu Hajar al-Haitsami dalam kitab, Asna al-matalib fi-silah al-Aqarib, menafsirkan bahwa huruf (Wa) yang menghubungkan perintah untuk bertakwa dan bersilaturahmi pada ayat tersebut menunjukkan besarnya keutamaan bersilaturahmi dan juga besarnya dosa ketika memutuskannya. Lebih lanjud ibnu Hajar menjelaskan bahwa bentuk Khitab jamak dalam ayat tersebut mengindikasikan bahwa perintah bertakwa dan bersilaturahmi diserukan kepada seluruh umat manusia, tanpa membedakan agama,suku,bangsa,warna kulit dan sebagainya. 

Lalu mengapakah mereka harus bersilaturahmi ? karena Allah SWT menciptakan mereka baik laki-laki maupun perempuan dari satu keturunan yakni ( Nabi Adam a.s )jadi, pada dasarnya mereka memiliki hubungan persaudaraan yang harus dipelihara melalui silaturahmi. Salah satu cirri manusia yang memiliki akal dan kecerdsan ( Ulul Albab ) adalah yang suka bersilaturahmi. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :  

“  Hanya orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, ( yaitu ) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubngkan,dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk “. ( QS Ar-Ra’d 13 : 19-21 ). 

Disamping itu silaturahmi juga merupakan salah satu misi utama diutusnya Rasulullah SAW kepada umat manusia, sebagai mana dua hadist yang mengatakan : 

“  dari abu sufyan r.a, suatu ketika ia ditanya oleh kaisar Heraclius, “ apakah yang diperintahan oleh Nabi Muhammad SAW. Kepada kalian ? Abu Sufyan menjawab : “ beliau menyuruh kami untuk menyembah Allah yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu pun, meningglkan kepercayaan nenek moyang kami, dan menyuruh kami mendirikan shalat,jujur,menjaga harga diri,dan menyambung silaturahmi “ ( Muttafaq’ Alaih ). 

Hadist ke dua berbunyi : 

“ Amr Ibnu Abasah r.a berkata, saya datang menemui Nabi saw, ketika masih berada dimekah, pada permulaan kenabian beliau, saya bertanya kepada beliau “ siapakah engkau ? “ beliau menjawab “ saya seorang Nabi “, saya bertanya, apakah Nabi itu ? beliau menjawab : “ orang yang di utus oleh Allah sebagai Rasul “, saya bertanya lagi, untuk apakah engkau diutus ? beliau bersabda “ Allah mengutusku untuk menyambung tali kekeluargaan ( silaturahmi ), menghancurkan berhala,mengesakan Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun “ ( Muttafaq’ Alaih ). 

Maimun bin Mahran, (seorang tabiin) juga menegaskan bahwa ada tiga hal yang tidak boleh dibedakan oleh seorang muslim dan kafir yaitu : 

1. siapa yang berjanji kepada seseorang, baik muslim maupun kafir,maka ia wajib menepatinya, sebab janji itu hubungannya dengan Allah.

2. siapa yang memiliki kerabat, baik muslim ataupun kafir, maka ia wajib menyambung tali kekeluargaan ( silaturahmi ) dengannya.

3. siapa yang diberi kepercayaan baik oleh muslim ataupun kafir, maka ia wajib memeliharanya. 
Mengapa silaturahmi itu penting ? karena didalamnya terdapat keutamaan ( fadilah ), baik menyangkut kepentingan dunia maupun akhirat. Tidak sedikit ayat Al-Qur’an dan hadist yang Nabi, maupun pendapat para ulama yang menjelaskan keutamaan bersilaturahmi.

- Silaturahmi adalah indicator keimanan seseorang  kepada Allah SWT dan hari akhir.

Dalam sebuah Hadist dijelaskan bahwa : 

“ barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyabung tali silaturahmi . ( HR Muslim ). 

Mengapa silaturahmi dikaitkan dengan keimanan kepada Allah SWT ?  karena bersilaturahmi adalah salah satu perintah Allah SWT. 

- Silaturahmi termasuk salah satu amalan yang utama dan paling dicintai oleh Allah SWt. 

Adapun dalilnya adalah sebagai berikut : 

“ sesungguhnya seorang laki-laki dari suku khats’am menemui Nabi saw, saat beliau bersabda dimekah, lantas ia bertanya, adakah yang mengaku bahwa anda adalah Rasul Allah ?, beliau menjawab : “ benar “ , ia bertanya lagi , amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ?, Beliau menjawab, “ iman kepada Allah “ ia bertanya lagi, lalu apa lagi ? “ beliau menjawab “ silaturahmi “. ( HR al-Haitsami ). 

- Silaturahmi termasuk akhlak yang baik, bahkan tergolong sebaik-baik ahlak penghuni dunia dan akhirat.

Rasulllah SAW bersabda : 

“ hai Abu Hurairah, kamu harus berakhlak yang baik, ia bertanya, apakah akhlak yang baik itu ? beliau menjawab “ hendaknya engkau menyambung silaturahmi dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memaafkan orang yang berbuat dzalim kepadamu, dan member kepada orang yang tidak mau memberi apapun kepadamu ( HR al-Hakim ). 

- Orang yang bersilaturahmi tergolong orang yang paling baik.

Didalam sebuah hadist dijelaskan bahwa : 

“ Dari Abdullah Bin Umairah, ia berkata : seseorang berdiri dihadapan Nabi saw, saat ia sedang diatas mimbar, kemudian ia bertanya, “wahai Rasululah , siapakah manusia yang paling baik ? beliau menjawab “ sebaik-baik manusia adalah mereka yang bertaqwa kepada Allah , menyambung tali silaturahmi,memerintahkan yang makruf,dan mencegah yang mungkar “ ( HR Ibnu Hibban dan al-Baihaqi ).

- Silaturahmi termasuk salah satu amal yang dapat mengantarkan seseorang menuju surge dan menjauhkannya dari neraka. 

Dalam satu hadist menjelaskan bahwa :

“ dari Abu Ayyub al-Ansari r.a, ia berkata, ada seseorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, ya Rasulullah, Terangkanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkanku kedalam surge dan menjauhkanku dari neraka, Rasulullah bersabda “ Hendaklah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat,menunaikan zakat, dan menjalin silaturahmi “ ( HR Bukhari dan Muslim ). anas Bin Malik r.a berkata, “ ada tiga golongan orang yang berada dalam naungan Arasy Allah pada hari kiamat kelak yaitu : 

1. orang bersilaturahmi sehingga umurnya dipenjangkan,kuburnya dilapangkan, dan rezekinya diluaskan.

2. seorang iostri yang ditinggal mati suaminya dengan meninggalkan anak-anak yatim,namun ia tetap menghidupi anak-anak tersebut hingga mereka berkecukupan.

3. seorang yang mengambil makanan kemusian ia mengundang anak-anak yatim dan orang-orang miskin untuk diajak makan bersama. 

- Silaturahmi termasuk amal yang dapat meringankan hisab pada hari akhir.

Didalam hadist menyatakan : 

“ Dari Ibnu Abbas r.a, berkata, Rasulullah saw bersabda : “ sesungguhnya kebaikan dan silaturahmi itu benar-benar bisa meringankan buruknya perhitungan ( Hisab ) pada hari kiamat, kemudian Rasulullah saw membaca ayat : “ dan orang-orang yang menghubungakan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk “ ( QS Ar-Ra’d 13 : 21 ). ( HR al-Khatib dan Ibnu Asakir )

- Silaturahmi dapat menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk.

Rasulullah SAW bersabda yang berbunyi : 

“ barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya dan dihindarkan dari kematian yang buruk, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menjalin silaturahmi “ ( HR Ahmad,al-Haitsami,dan al-Hakim ). 

- Menjalin silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memperoanjang umur.

Dalam mengomentari hadist yang berbunyi “ dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya “ para ulama berbeda pendapat. Perbedaan pendapat tersebut dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu : 
1. kelompok pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “ dipanjangkan umurnya “ adalah Allah akan memberkahi usia seseorang yang melakukan silaturahmi,memberinya kekuatan jasmani dan rohani,keunggulan akal,semangat, dan kamauan,sehingga hidupnya penuh dengan amal saleh. 

2. kelompok kedua menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “ dipanjangkan usianya adalah ia terus diberi pahala meski telah meniggal, sehingga usianya seolah-olah bertambah. Adapun yang dimaksud “dilapangkan rezekinya “ adalah hartanya melimpah dan disenangi oleh keluarganya.

3. kelompok ketiga menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “ dipanjangkan usianya “ adalah dalam makna yang sebenarnya,artinya,bagi orang yang bersilaturahmi, Allah akan menambahakan usianya dan melapangkan rezekinya. 

Sementara ada ulama yang menyangkal pendapat kelompom ketiga tersebut. Sebab, menurutnya persoalan rezeki dan ajal ditu sudah ditetapkan oleh Allah sejak zaman azali, sehingga tidak mungkin bisa bertambah atau berkurang,sebagaimana tersurat , misalnya surat ( Al-A’raf 7 : 34 ) yang artinya : 
“ apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun “ 

Lalu muncul satu pertanyaan tentang bagaimana mencocokkan keterangan Al-Qur’an ini dengan Hadist tersebut diatas ? 

Telah diketahui bahwa takdir itu terbagi atas dua macam, yaitu :

1. “ taqdir musbat “ (yang telah ditetapkan), “Taqdir mubram” (yang telah ditentukan).atau “Taqdir Mutlaq (yang telah dimutlakkan) Takdir ini sudah tertulis di “Lauh  Mahfus “ dan tidak mungkin diganti ataupun diubah. 

2. “taqdir Mu’allaq (yang masih digantungkan) atau “Taqdir Muqayyad ( yang masih terikat dengan yang lain). Takdir ini tertulis pada lembaran yang dipegang oleh malaikat, sehingga masih memungkinkan untuk dihapus dan ditetapkan. 

Dan masih banyak lagi keutamaan –keutamaan bersilaturahmi yang harus kita ketahui yakni sebagai berikut : 

- Orang yang bersilaturahmi dicintai oleh Allah 
- Silaturahmi termasuk amalan yang menyebabkan terkabulnya doa
- Silaturahmi termasuk akhlak terpuji yang dapat menangkal musibah.
- Manjalin silaturahmi termasuk salah satu cara seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya         yang telah meningal dunia.
- Silaturahmi dapat mengangkat derajat seseorang yang melakukannya.
- Orang yang bersilaturahmi disayangi oleh Allah.
- Silaturahmi dapat membentangkan kemudahan bagi pelakunya dan menghindarkannya dari                 kesulitan hidup. 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua, aammiinn… 


“ Terimakasih wassalamu alaikaum wr.wb “ 
      

Advertisement by Google 2

Keutamaan Silaturahmi Menurut Pandangan Islam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar