Tempat Berbagi dan Berbagai Pembelajaran

26 Mei 2017

Bentuk dan Proses Interaksi Sosial Asosiatif dan Disasosiatif

Bentuk dan Proses Interaksi Sosial Asosiatif dan Disasosiatif  


Sahabat pendidikan sekalian, artikel berikut ini berkaitan erat dengan artikel sebelumnya yang membahas mengenai pengertian dan syarat interaksi social. Guna mempersingkat waktu langsung saja kita ke penjelasan berikut ini.

Interaksi social dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, serta dilakukan oleh siapapun tanpa mengenal usia, status social, dan pendidikan. Hal itu terjadi karena manusia hidup selalu berinteraksi dengan orang lain. Didalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat seseorang atau sekelompok orang, baik dilingkungan keluarga, di jalan, atau pun di kantor, dan dimana saja melakukan interaksi social. Mereka berinteraksi dalam bentuk yang beraneka ragam. Ada bebrapa bentuk interaksi dalam kehidupan masyarakat, yaitu sebagai berikut :

A. Proses yang Asosiatif

Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi social yang mengarah pada kesatuan pandangan. Proses ini terdiri dari tiga bentuk yakni, kerja sama, akomudasi, dan asimilasi.

1. Kerja Sama

Kerja sama disini dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau sekelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama ini dalam masyarakat Indonesia dikenal dengan istilah gotong royong. Gotng royong pada dasarnya mencerminkan suatu interaksi social si masyarakat Indonesia dalam wujud kerja sama.

Dalam pelaksanaan kerja sama, ada lima bentuk kerja sama yaitu, kerukunan, bargaining, kooptasi, koalisi, dan Joint Venture. Contohnya : kerja sama dimasyarakat sekitar, antara sesame teman bermain, teman sekolah, teman sekantor, dan sebagainya.

2. Akomodasi

Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia meredakan suatu pertentangan, yaitu usaha-usaha untuk mancapai kestabilan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Dalam pelaksanaannya, akomodasi memiliki beberapa bentuk yaitu koersi, kompromi, arbitrasi,mediasi, konsiliasi, stalemate, dan ajudikasi. Contoh akomodasi: pemaksaan terhadap kaum yang lemah, penyelesaiaan PHK karyawan, penyelesaian yang bersengketa melalui pihak ketiga ( mediasi ), toleransi kehidupan beragama ( toleransi ), pengadilan dan sebagainya.

3. Asimilasi

Asimilasi merupakan cara-cara berikap dan bertingkah laku dalam menghadapi perbedaan untuk mencapai kesatuan dalam pemikiran dan tindakan. Proses asimilasi dapat dengan mudah terjadi melalui beberapa cara, antara lain dengan sikap toleransi, sikap saling menghargai orang lain dan kebudayaannya, persamaan dalam unsure-unsur kebudayaan, serta perkawinan campuran. Contohnya, orang-orang dari tiongkok yang sudah lama tinggal di Indonesia akhirnya bisa berbahasa Indonesia dengan sangat fasih. Namun dialek yang yang mereka biasa pakai sudah tidak asli lagi karena sudah tercampur dengan bahasa Indonesia.

Dalam hal makanan, misalnya bakso yang dibawa oleh orang tiongkok , kemudian lama kelamaan diakui sebagai makanan orang Indonesia yang dibuat dari daging sapi, ayam dan sebagainya.

B. Proses-proses yang disosiatif

Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi social yang mengarah pada konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok. Proses ini terjadi atas tiga bentuk yaitu, kompetisi,kontravensi, dan pertentangan.

1. Kompetisi ( persaingan )

Kompetisi adalah suatu proses individu atau kelompok yang bersaing untuk mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tertentu. Contohnya mengejar gelar juara, kesuksesan, sebuah tropi ( piala ) dan hadiah. Untuk mendapatkan seseorang harus bersaing satu dengan yang lainnya.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial didalam Masyarakat

Didalam persaingan ini ada dua jenis, yaitu, persaingan yang bersifat pribadi dan persaingan kelompok. Kompetisi pribadi melibatkan satu individu dengan individu yang lain yang secara langsung bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Kompetisi kelompok merupakan persaingan yang melaibatkan berbgai pihak secara berkelompok, seperti pertandingan sepak bola, basket dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaanya, persaingan ini memiliki beberapa bidang yaitu persaingan ekonomi, kebudayaan, kedudukan, kekuasaan, dan lain sebagainya.

2. Kontravensi

Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsure-unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Kontravensi ini ditandai oleh adanya gejala-gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian, atau keraguan terhadap kepribadian seseorang.

Contohnya, OSIS disekolahmu mempunyai suatu rencana namun kelasmu kurang setuju terhadap rencana tersebut sehingga berkembang rasa tidak suka atau benci namun masih disembunikan. Contoh lainnya, dapat dijumpoai didunia politik. Dimata masyarakat para politikus Nampak akrab,namun, terdapat sikap-sikap lain yang tesembunyi diantara mereka. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.

3. Pertentangan.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial didalam Masyarakat

Pertentangan ( konflik ) adalah suatu proses dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Konflik terjadi jika dua pihak berusaha saling menggagalkan tujuan masing-masing. Pertentangan disebabkan karena adanya perbedaan antara individu- individu, kebudayaan, kepentingan, dan perubahan social.

Bentuk bentuk pertentangan atau konflik yang terjadi di masyarakat seperti konflik pribadi, social, antar kelas-kelas social, konflik politik dan koflik internasional. Akibat pertentangan ( konflik ), harta benda hancur, kebagaiaan keluarga terampas, dan banyak nyawa hilang secara terpaksa.

Demikian penjelasan diatas semoga bermanfaat serta menambah ilmunya dan sakses selalu menyertai anda.
Sumber : KEMENDIKBUD 

Advertisement by Google 2

Bentuk dan Proses Interaksi Sosial Asosiatif dan Disasosiatif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar