Sejarah Tentang Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib

Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

16 Mei 2017

Sejarah Tentang Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib

Sejarah Tentang Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib


Sahabat islam sekalian, sehubungan dengan sejarah islam maka kali ini kita akan membahas mengenai Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib yang ulasannya di kutip dari Ensiklopedi islam yang dimana ulasannya adalah sebagai berikut ini.

- Orientalisme

Pemahaman tenang masalah-masalah ketimuran. Istilah ini berasal dari bahasa perancin orient yang berarti timur atau bersifat timur dan isme yang berarti paham, ajaran, cita-cita atau sikap. Secara analisis, orientalisme dibedakan atas 3 bagian yaitu :

1. Keahlian mengenai wilayah timur,
2. Metodologi dalam mempelajari masalah ketimuran dan,
3. Sikap ideologis terhadap masalah ketimuran, khususnya tehadap dunia islam.

Orang yang mempelajari masalah-masalah ketimuran ( termasuk keislaman ) disebut dengan orientalis. Para orientalis adalah ilmuan barat yang mendalami bahasa-bahasa, kesustrasaan, agama, sejarah, adat istiadat dan ilmu-ilmu dunia timur. Dunia timur yang dimaksud disini ialah wilayah yang terbentang dari timur dekat sampai ketimur jauh dan Negara-negara yang berada diafrika utara.
Minat orang barat terhadap masalah ketimuran sudah berlangsung sejak abad pertengahan, mereka sudah melahirkan sejumlah karya yang menyangkut masalah dunia timur. Dalam rentang waktu antara abat pertengahan sampai abad ini, secra garis besar orientalisme dapat dibagi menjadi tiga periode yaitu 

1. Masa sebelum meletusnya perang salib disaat umat islam berada di zaman keemasannya ( 650-1250 )

2. Masa Perang salib sampai masa pencerahan di eropa.

3. Masa pencerahan di eropa sampai sekarang.

- Masa Sebelum Meletusnya Perang Salib

Disaat umat islam berada dalam masa keemesannya, Negara-negara islam khususnya Baghdad dan Andalusia ( spanyol islam ) menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. Bangsa eropa yang menjadi penduduk asli Andalusia memakai bahasa arab dan adat istiadat arab dalam kehidupan sehari-hari. Mereka bersekolah diperguruan-perguruan arab. Diantara raja-raja spanyol yang nonmuslim ( misalnya peter 1 ( w. 1104 ), raja aragon), ada yang hanya mengenal huruf arab. Alfonso IV mencetak uang dengan memakai tulisan arab. Di sicilia keadaannya juga sama. Raja normandia, Roger I, menjadikan istananya sebagai tempat pertemuan para filsuf, dokter-dokter, dan ahli islam lainnyadalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ketika Roger II bahkan lebih banyak dipengaruhi kebudayaan islam. Pakaian kebesaran yang dipilihnya ialah pakaian arab. Gerejanya dihiasi dengan tulisan dan ukiran arab. Wanita Kristen sicilia meniru wanita islam dalam soal mode pakaian.

Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib
Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib
Peradaban islam itu bukan hanya berpengaruh bagi bangsa eropa yang berada di bawah atau bekas kekuasaan islam, tetapi juga bagi orang eropa yang berada diluar daerah itu. Penuntut islam dari perancis, inggris, jerman, dan italia, datang belajar keperguruan dan universitas yang ada di Andalusia dan sicilia. Diantaranya terdapat pemuka-pemuka agama kriste, misalnya Gerbert d’Aurillac yang belajar di Andalusia dan Adelard dari Bath ( 1107-1135 ) yang belaar di Andalusia dan sicilia. Gerbert d’Aurillac kemudian menjadi paus di Roma dari tahun 999-1003 dengan nama Sylvester II. Adapun adelard setelah kembali ke inggris diangkat menjadi guru pengeran Henry yang kelak menjadi Raja. Ia menjadi salah satu penerjemah buku-buku arab kedalam bahasa latin.

Dalam suasana inilah muncul Orientalisme dikalangan barat. Bahasa arab mulai dipandang sebagai bahasa yang harus dipelajari dalam bidang ilmiah dan filsafat. Pelajaran bahasa arab dimasukkan kedalam kurikulum berbagai perguruan tinggi eropa, seperti di Bologna ( Italia ) pada tahun 1076, Chartres ( Prancis ) tahun 1117, Oxford ( inggris ) tahun 1167 dan Paris tahun 1170. Muncullah penerjemah generasi pertama, yakni Constantinus Afrikanus ( w.1087 ) dan Gerard Cremonia ( w. 1187 )

Dalam fase pertama ini, tujuan orientalisme ialah memindahkan ilmu pengetahuan dan filsafat dari dunia islam ke eropa. Ilmu pengetahuan tersebut diambil sebagaimana adanya.  

Pada perkembangan berikutnya, perhatian eropa terlihat kian meningkat. Pelajaran bahasa arab semakin digiatkan di universitas-universitas. Di italia pelajaran bahasa arab diadakan  di Roma ( 1303 ), Florensia ( 1321 ), Padua ( 1361 ) , dan Gregoria ( 1553 ); di prancis di adakan di Toulouse ( 1217 ), Montpellier ( 1221 ) dan Bordeaux ( 1441 ); dan di inggris di laksankan di Cambridge ( 1209 ). Di bagian Eropa lainnya pelajaran bahasa Arab dimulai sesudah abad ke 15.

Demikan penjelasan singkat tentang Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib atau masa keemasan islam diatas, semoga bisa menambah referensi anda tentang sejarah islam dan kejayaannya pada masa lampau serta sakses selalu menyertai anda. Wassalam.

Terimakasih Semoga Bermanfaat 
Sumber : Ensiklopedi Islam 

Advertisement 2

Sejarah Tentang Orientalisme dan Masa Sebelum Perang Salib Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar