Artikel Pendidikan Bermanfaat

7/14/2017

Proses Pengolahan Bahan Limbah Lunak

Proses Pengolahan Bahan Limbah Lunak


Salam sahabat pendidikan sekalian, berikut adalah artikel yang akan membahas mengenai proses pengolahan limbah lunak yang diharapkan dapat  bermanfaat dan bisa menjadi modal belajar pada proses belajar yang anda lakukan, dan guna mempersingkat waktu mari kita pelajari bersama penjelasan berikut ini :

Pada proses pembuatan produk kerajinan disetiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentunya dikarenakan sumber daya limbah lunak organic dari masing-masing daerah berbeda, Dan berikut adalah golongan hasil limbah organic yang dapat dijadikan bahan baku produk kerajinan dilihat dari kondisi wilayahnya.

1. Daerah pesisir pantai/laut

Limbah lunak organic yang banyak tersedia adalah sabut kelapa, dan daun kelapa

2. Daerah pegunungan

Limbah lunak organic yang banyak di hasilkan di daerah ini adalah kulit jagung, kulit bawang, kulit kacang, kulit biji-bijian, kulit buah-buahan yang bertekstur seperti salak dan kulit pete cina.

3. Daerah pertanian

Limbah lunak organic yang didapat pada daerah ini adalah limbah jerami padi, kulit jagung, batang dan daun singkong, kulit bawang dan pelepah pisang.

4. Daerah perkotaan

Limbah lunak organic didaerah perkotaan yang sering ditemukan biasanya berupa kertas, kardus, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, dan serabut kayu.

Proses Pengolahan Bahan Limbah Lunak
Proses Pengolahan Bahan Limbah Lunak

Proses pengolahan bahan limbah lunak secarea umum sangat sederhana dan dapat dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan mesin, berikut adalah prosesnya.
1. Pemilihan Bahan limbah lunak

Sebelum didaur ulang, bahan limbah organic harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan bahan yang masih dapat digunakan dan yang harus dibuang serta dapat dilakukan secara manual sesuai dengan tujuan penggunaan bahan itu sendiri.

2. Pembersihan limbah lunak

Limbah lunak yang telah terseleksi harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dipergunakan sebelumnya, misalnya saja kulit jagung, kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. Selanjudnya apakan tongkol dan rambutnya juga akan didaur ulang atau tidak tergantung dari perancangan produk si pengrajin.

3. Pengeringan.

Bahan limbah lunak yang sifatnya basah harus dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari langsung dengan tujuan agar kadar air yang ada didalamnya dapat hilang dan bahan limbah dapat dioleh dengan sempurna.

4. Pewarnaan bahan limbah lunak

Pewarnaan pada bahan limbah limbah lunak merupakan selera. Jika dalam desain diperlukan bahan limbah yang diberi warna maka bahan limbah perlu diwarnai terlebih dahulu sebelum diproses sebagai proses kerajinan. Proses pewarnaan yang umum dilakukan adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama dengan zat warna tekstil agar menyerap. Ada juga yang mewarnai dengan cara dipernis/politer, dapat pula dicat menggunakan car akrilik atau cat minyak.

5. Pengeringan setelah pewarnaan

Setelah diberi warna, bahan limbah lunak tersebut harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung agar warna pada bahan baku dapat kering sempurna tidak mudah luntur.

6. Penghalusan bahan agar siap dipakai

Bahan limbah lunak yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses ini juga berbagai macam caranya, seperti disetrika untuk limbah kulit agar tidak mudah kusut, dapat pula digerinda atau diamplas.

Dalam pembuatan proses kerajinan kita perlu memahami terlebih bagaimana membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses pembuatannya harus mengacu pada  barbagai persyaratan. Oleh karena itu, adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut : 

1. Kegunaan ( Utility )
Contohnya mangkuk untuk wadah sayuran atau yang lainnya.

2. Kenyamanan ( Comfortable )
Contohnya cangkir didesain lengkap dengan pegangannya.

3. Keluwesan ( Flexibility )
Contonya sepatu harus sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki

4. Keamanan ( safety )
Contohnya gelas dari batok kelapa harus memperhatikan atau mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman.

5. Keindahan ( aesthetic ) 
Bendah yang indah mempunyai  daya tarik lebih disbanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dilihat dari beberapa hal, seperti dari bentuknya, hiasannya atau ornamennya dan bahan bakunya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai proses pengolahan bahan limbah lunak diatas, semoga bermanfaat dan dapat menjadi modal belajar yang baik untuk anda serta dapat bernilai ibadah disisi Allah Swt aammiinn…

Terimaksih dan sukses selalu untuk anda 
Sumber : KEMENDIKBUD.    
      

Advertisement by Google 2

Proses Pengolahan Bahan Limbah Lunak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu