Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

Kalor dan Pengaruhnya Terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Benda

Kalor dan Pengaruhnya Terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Benda 


Sahabat pendidikan sekalian,  dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendapati atau melihat orang tua kita melakukan aktifitas memasak, baik itu memasak nasi, ikan, sayur atau pula air untuk dididihhkan dan yang pastinya keseluruhan prosesnya itu menggunakan kalor atau panas untuk memanaskan atau memasaknya. kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah  dampakatau pengaruh kalor (panas) terhadap perubahan suhu atau wujud pada suatu benda ? Berikut ini penjelasannya.

1. Kalor dan Perubahan Suhu Benda

Air jika diberi panas dari pembakaran spirtus yang menyala, secara umum suhu benda yang dipanaskan akan naik jika benda itu mendapatkan kalor. sebaliknya suatu benda suhunya akan menurun jika benda tersebut melepaskan kalornya. air yang semula dididihkan lama kelamaan akan mendingin mendekati suhu ruang setelah air tersebut melepas kalornya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagaian kalor dilepaskan benda tersebut kelingkungan.

Kenaikan suhu oleh kalor dipengaruhi massa benda. untuk menaikkan suhu yang sama, air bermassa 200 g memerlukan kalor yang lebih besar daripada air bermassa 100 g. apakah yang memengaruhi kenaikan suhu hanya jumlah kalor dan massa benda saja? Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda hingga suhu tertentu dipengaruhi juga oleh jenis benda. Besaran yang digunakan untuk menunjukkan hal ini adalah dengan kalor jenis. dan harus kita ketahui bahwa benda yang berbeda maka menghasilkan kalor jenis yang berbeda pula. berikut contoh kalor jenis dan bahannya.


a. Bahan.                     Kalor jenis(J/(kg.K) )

- Air                                       4.184
- Alkohol                               2,450
- Aluminium                             920
- Karbon                                   710
- Pasir ( Grafit )                        664
- Besi                                        450
- Tembaga                                380
- Perak                                      235

Kesimpulannya :
- Kalor untuk menaikkan suhu benda bergantung pada jenis benda itu sendiri.
- Makin besar kenaikan suhu benda, kalor yang diperlukan makin besar pula
- makin besar massa benda, kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu makin besar pula.
Dari kesimpulan diatas maka dapat kita rumuskan secara matematis bahwa :
Kalor yag diperlukan untuk kenaikan suhu = kalor jenisnya x massa benda x kenaikan suhu. Dilambangkan sebagai berikut : Q = c x m x Δt

2. Kalor Pada Perubahan Wujud Benda


Dampak / Pengaruh Kalor ( Panas ) Terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Pada Benda
Dampak / Pengaruh Kalor ( Panas ) Terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Pada Benda

Terjadinya perubahan wujud sering diamati dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang sering kita jumpai yaitu air yang mendidih kelihatan mengeluarkan gelembung-gelembung uap air yang menunjukkan adanya perubahan wujud dari air menjadi uap. untuk mendidihkan air diperluka kalor (panas), jadi untuk mengubah wujud zat cair menjadi gas diperlukan kalor. Kalor untuk mengubah wujud suatu zat disebut kalor LATEN. 


Penjelasan :

Q = kalor yang dibutuhkan/dilepas untuk berubah wujud (J)
m = massa zat yang berubah wujud (kg)
L = kalor lebur atau kalor beku (J/kg)
U = kalor penguapan atau kalor pengembunan (J/kg)

Contoh pengaruh kalor dalam kehidupan kita sehari-hari.

  • Mengapa kita berkeringat?
Sistem tubuh manusia bekerja optimal pada suhu 36,5 ͦ C hingga 37,5 ͦ C. Seringkali aktifitas dan lingkungan sekitar memaksa tubuh manusia  bereaksi untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap optimal. Pada saat kita beraktifitas, misalnya berolahraga maka akan terjadi peningkatan proses perubahan energi kimia makanan menjadi energi gerak. dan proses inilah yang menghasilkan panas yang dapat meningkatkan subuh tubuh manusia. pada saat itu terjadi maka mekanisme dalam tubuh manusia memberi perintah agar tubuh berkeringat. pada saat keringat itu menguap, proses penguapan keringan memerlukan kalor, kalor ini bersumber dari kulit tubuh kita sehingga tubuh kita yang memanas dapat menjadi dingin kembali ke suhu optimal. 
  • Mengapa saat kedinginan kita cepat merasakan lapar?
Pada saat kita kedinginan, kita akan menggigil, dengan menggigil maka tubuh kita akan bergerak cepat. gerak tubuh kita ini memaksa tubuh kita melakukan metabolisme, membakar energi kimia menjadi energi gerak ( dan tentu saja menghasilkan energi panas ). dengan cara ini suhu tubuh tidak turun dan pastinya ada harga yang harus dibayar yaitu kita cepat merasa lapar. 

Demikianlah penjelasan singkat diatas semoga bermanfaat dan sukses selalu bersama anda. terimakasih dan mohon bantu share artikel ini.  
Sumber : KEMENDIKBUD

Advertisement 2

Kalor dan Pengaruhnya Terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Benda Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 comments:

Post a Comment

Mohon Saran dan Masukan yang Relefan untuk Blog ini pada kolom komentar. Terimakasih