Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

30 November 2017

Zat Aditif - Jenis, Dampak dan Kelompoknya

Zat Aditif - Jenis, Dampak dan Kelompoknya 


Salam sahabat pendidikan sekalian dimanapun berada, berikut ini kita akan membahas mengenai zat aditif, jenis, kelompok dan pengertiannya sebagaimana tema yang tertera diatas, dan berikut ulasannya untuk anda :

Zat aditif. Tahukah kita tentang apakah zat aditif itu? Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan dengan cara sengaja kedalam produk makanan atau minuman dalam jumlah kecil saat proses pembuatgan makanan tersebut. Penambahan zat aditif bertujuan untuk memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, aroma,dan untuk memperpanjang daya simpan. Selain itu, penambahan zat aditif juga dapatmeningkatkan nilai gizi makanan dan minuman seperti penambahan protein, mineral, dan vitamin.

Berdasarkan fungsinya, zat aditif pada makanan dan minuman dapat dikelompokkan menjadi pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental, dan pengemulsi. Berdasarkan asalnya, zat aditif pada makanan dapat dikelompokkan  menjadi dua, yaitu zat aditif alami dan buatan. Zat aditif alami adalah zat aditif yang bahan bakunya berasal dari mahluk hidup, misalnya zat pewarna dari tumbuhan, penyedap dari daging hewan, zat pengental dari alga, dan sebagainya. Zat aditif alami tidak memiliki efek samping atau berbahaya bagi manusia sedangkan zat aditif buatan dapat membahayakan jika berlebihan dalam proses pengunaannya. 

Zat aditif buatan diperoleh melalui proses reaksi kimia yang bahan baku pembuatannya berasal dari bahan bahan kimia. Misalnya, bahan pengawet dari asam benzoate, pemanis buatan dari sakarin, pewarna dari tartrazine, dan lainnya. Penggunaan zat aditif buatan harus dengan jumlah yang diperbolehkan dan sesuai dengan fungsinya. Penyalahgunaan pewarna buatan seperti bahan pewarna tekstil yang digunakan sebagai pewarna makanan sangat bahaya untuk kesehatan.

1. Pewarna

Pewarna adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman dengan tujuan untuk memperbaiki atau member warna pada makanan atau minuman agar menarik. Secara alami warna hijau dapat didapatkan dari suji dan pandan atau warna merah dari stoberi. 

Pada saat ini masyarakat dapat menggunakan pewarna buatan yang mudah dibeli di pasaran. Pewarna alami umumnya aman bagi kesehatan, sedangkan bahan pewarna buatan yang disalahgunakan pemakaiannya dapat membahayakan kesehatan. 

a. Pewarna Alami

Pewarna alami adalah pewarna yang dapat diperoleh dari alam, misalnya dari tumbuhan dan hewan, misalnya daun suji dan daun pandan sebagai pemberi warna hijua pada makanan. Selain dari member warna hijau, daun pandan juga memberikan aroma harum pada makanan. Selai daun suji dan pandan, stroberi dan buah naga merah juga sering digunakan untuk memberi warna merah pada makanan.

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Pewarna alami
Keunggulan pewarna alami adalah lebih sehat dan tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi dibandingkan dengan pewarna buatan. Namun, pearna makanan alami memiliki beberapa kelemahan yaitu cenderung memberikan rasa dan aroma khas yang tidak diinginkan, warnanya mudah rusak karena pemanasan, warnanya kurang kuat ( pucat ) dan jenisnya terbatas.

b. Pewarna Buatan

Pewarna buatan diperoleh melalui proses reaksi ( sintesis ) kimia menggunakan bahan yang berasal dari zat kimia sintesis. Pewarna pada umumnya mempunyai  struktur kimia yang mirip seperti struktur kimia pewarna alami, misalnya apokaroten yang mempunyai warna oranye mirip dengan warna wortel. Beberapa bahan pearna sintesis dapat mengganti pewarna alami. Pewarna sintesis ada yang dibuat khusus untuk makanan dan ada pula untuk industry tekstil dan cat. 

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Pewarna buatan

Berikut ini adalah bahan pewarna buatan yang dapat digunakan dan yang tidak dapat digunakan dalam makanan atau minuman : 

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Pewarna buatan

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Pewarna terlarang

2. Pemanis   

Pemanis merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman sehingga dapat menghasilkan rasa yang manis pada makanan dan minuman. Pemanis ada dua jenis yaitu pemanis alami dan buatan.

a. Pemanis alami

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Gula Tebu
Pemanis alami yang digunakan untuk membuat rasa manis pada makanan dan minuman adalah gula pasir ( surkosa ), gula kelapa, gula aren, gula lontar, dan gula bit. Penggunaan pemanis alami juga perlu mengikuti takaran tertentu.

b. Pemanis buatan

Pemanis buatan mempunyai rasa manis hampir sama atau lebih manis daripada pemanis alami. Pemanis buatan dibuat melalui reaksi kimia tertentu sehingga dapat dihasilkan senyawa yang mempunyai rasa manis. Pemanis bautan dibuat denga tujuan sebagai pengganti gula alami. Beberapa contoh dari pemanis buatan adalah siklamat, aspartame, kalium asesulfam, dan sakarin. Pemanis-pemanis ini memiliki tingkat kemanisan yang lebih besar dibandingkan dengan gula pasir. Pemanis buatan dapat digunakan sebagai pengganti pemanis alami bagi orang-orang yang tidak diperbolehkan menggunakan pemanis alami, seperti penderita kencing manis ( diabetes mellitus ). Selain itu, pemanis  buatan tidak menghasilkan kalori dalam tubuh, sehingga oleh oran gyan gmelakukan diet.

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Pemanis buatan

Penggunaan pemanis bautan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan takarna atau jumlah yang diperbolehkan dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, bila menggunakan pemanis buatan perikasalah aturan pakainya.

3. Pengawet

Pengawet adalah zat aditif yang ditambahkan pada makanan atau minuman yang berfungsi untuk menghambatkerusakan pada makanan atau suatu minuman tertentu. Kerusakan makanan dapat disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang tumbuh pada makanan dan minuman. Bahan pengawet mencegah tumbuhnya mikroorgasinisme sehingga reaksi kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme tersebut dapat dicegah, misalnya permentasi pada makanan atau minuman. Reaksi kimia lain juga dapat dicegah dengan adanya pengawet antara lain pengaswaman, oksidasi, pencoklatan ( browning ), dan reaksi enzimatis lainnya. 

Berikut adalah contoh bahan pengawet dan penggunaannya : 

PENGERTIAN ZAT ADITIF, CONTOH, DAMPAK PENGGUNAAN DAN KELOMPOKNYA
Bahan Pengawet
Cara lain pengawetan makan adalah dengan cara pengasinan atau pemanisan. Misalnya ikan asin, manisan  buah, atau daging panggang dapat awet secara alami. Metode pengawetan lain adalah dengan cara fisik misalnya dengan pemanasan, pendinginan, pembekuan, pengasapan, pengeringan, dan oenyinaran.

4. Penyedap rasa

Penyedap adalah bahan tambahan makanan yang diperuntukkan untuk meningkatkan cita rasa masakan atau makanan. Adapun bahan penyedap alami yang umum digunakan adalah garam, bawang merah, bawang putih, cengkeh, pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar, sereh, dan kayu manis. Pada makanan berkuah kaldu dari daging dan tulang pada umumnya digunakan sebagai oenyedap. 

Selain penyedap alami, juga terdapat penyedap buatan. Penyedap buatan yang umum digunakan pada makanan adalah vetsin yang mengandung senyawa monosodium glutamate ( MSG )atau mononatrium glutamate ( MNG ). Senyawa ini dibuat dari Fermentasi tetes tebu dengan bantuan bakteri Micrococcous Glutamikus. Banyak ahli kesehatan berpendapat bahwa penggunaan MSG yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit yang dikenal dengan nama Sindrom Rastoran Cina dengan gejala pusing, mulut terasa kering, lelah, mual, atau sesak napas. Dosis penggunaan MSG yang telah ditetapkan oleh WHO adalah 120 mg/kg berat badan. Misalnya berat badan anda adalah 40 kg maka jumlah  MSG maksimal yang dapat dikonsumsi sebesar 480 mg (0,48 g ).

5. Pemberi aroma

Pemberi aroma adalah zat yang dapat memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman. Penambahan zat pemberi aroma dapat  menyebabkan makanan atau minuman memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Zat pemberi aroma dapat berasal dari bahan segar atau ekstrak dari abhan alami, diantaranya adalah ekstrak buah nanas, buah anggur, minyak atsiri, dan vanili. Beberapa kue menggunakan murbei sebagai pemberi aroma.

Pemberi aroma yang merupakan senyawa sintetis atau disebut dengan essen, misalnya amil kaproat ( aroma apel ), amil asetat ( aroma pisang ambon ), etil butirat ( aroma nanas ), vanillin (aroma vanili ), dan metal antranilat (aroma buah anggur ) disebut dengan pemberi aroma sintetis.

6. Pengental

Pengental adalah bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Bahan pengental alami  misalnya pati, gelatin, gum, agar-agar, dan alginate. 

7. Pengemulsi

Pengemulsi adalah bahan tambahan yang dapat mempertahankan penyebaran (dispersi) lemak dalam air dan sebaliknya. Minyak dan air tidak saling bercampur, namun bila ditambahkan sabun, kemudian diaduk, keduanya dapat dicampur. Sabun adalah contoh tersebut disebut sebagai zat pengemulsi. 
Contoh zat pengemulsi makanan adalah  lesitin yang terkandung didalam kuning telur maupun dalam kedelai. Lesitin banyak digunakan  dalam pembuatan meyones dan mentega. Apabila tidak ditambahkan zat pengemulsi, lemak dan air pada mayones dan mentega akan terpisah.

Demikianlah penjelasan diatas semoga beranfaat dan mohon bantu share artikel ini dan terimakah atas waktu anda. 
Sumber : KEMENDIKBUD    

Advertisement 2

Zat Aditif - Jenis, Dampak dan Kelompoknya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar