Tempat Berbagi dan Berbagai Pembelajaran

19 Desember 2017

Pengertian, Faktor Pendorong, Penghambat dan Bentuk Kerja Sama Antarnegara-negara ASEAN

Pengertian, Faktor Pendorong, Penghambat dan Bentuk Kerja Sama Antarnegara-negara ASEAN

Pengertian, Faktor Pendorong, Penghambat dan Bentuk Kerja Sama  Antarnegara-negara ASEAN
Kerja Sama  Antarnegara-negara ASEAN

Pembelajaranmu.com. Salam sahabat pendidikan dimanapun berada, berikut ini kita akan menyajikan dan membahas mengenai pengertian kerja sama, factor pendorong, penghambat dan bentuk-bentuk kerja sama antarnegara ASEAN yang penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Pengertian, Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama

Hubungan antarnegara ASEAN semakin diperlukan dengan munculnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda-beda dari tiap-tiap Negara anggota ASEAN. Kebutuhan social, politik, ekonomi maupun bidang lainnya menuntut suatu Negara untuk berperan aktif dengan melakukan kerja sama antarnegara ataupun dengan dunia internasional. Organisasi internasional kemudian dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang. Contohnya, ASEAN ( Association of South East Asian Nation ) yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bersifat kawasan atau region. Dapat disimpulkan bahwa kerja sama adalah menjalin hubungan antara dua Negara atau lebih demi mencapai suatu kesepakatan.

Adapun factor-faktor pendorong dan penghambat dalam kerja sama adalah sebagai berikut :

a. Faktor Pendorong

Setidaknya ada dua factor pendorong terbentuknya kerja sama yaitu didasari kesamaan ataupun perbedaan potensi alam yang dimiliki suatu Negara.

1. Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam

Kesamaan sumber daya alam antara beberapa Negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Sebaga contoh, beberapa Negara penghasil minyak bumi membentuk kerja sama yang diberi nama OPEC ( Organization of Petroleum Exporting Countries ). Perbedaan sumber daya pangan disetiap Negara ASEAN juga melahirkan kerja sama. Indonesia mengekspor hasil pertanian ke singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untuk memenuhi kebutuhannya. 

2. Kesamaan dan perbedaan wilayah ( kondisi geografis )

Karena kesamaan goegrafis, beberapa Negara disuatu kawasan pada umumya mengadakan kerjasama untuk menjaga stabilitas dan keamanan Negara. Contoh : Negara-negara yang terletak diwilayah Asia Tenggara membentuk kerjasama melalui organisasi ASEAN. 

b. Faktor Penghambat 

Beberapa factor penghambat kerja sama di kawasan ASEAN antara lain :

1. Perbedaan Ideologi

Faktanya, saat ini hampir tidak ada Negara ASEAN yang menutup diri dari kerja sama antarnegara ASEAN.

2. Konflik dan Peperangan

Kondisi konflik dan peperangan yang terjadi didalam negeri maupun antara Negara mengganggu stabilitas negaranya sehingga akan menghambat kerja sama.

3. Kebijakan Protektif

Suatu Negara yang menerapkan kebijakan yang bertujuan melindungi kepentingan dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Misalnya, tidka menerima impor hasil pertanian karena dpat mempengaruhi kondisi pendapatan hasil pertanian didalam negerinya. Dampak kebijakan ini juga dapat mempengaruhi hubungan antarnegara sehingga menghambat kerja sama yang harmonis.

4. Perbedaan kepentingan tiap-tiap Negara

Kerja sama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan Negara di dunia. Akan tetapi, dalam kerja sama antarnegara tiap-tiap Negara memiliki kepentingan yang berbeda. Perbedaan ini dapat menghambat kerja sama yang baik.

2. Bentuk-Bentuk Kerja sama  Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan dan Perkembangannya )

Interaksi dan kerja sama antarnegara-negara ASEAN semakin berkembang seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan setiap Negara anggota. Kebutuhan social, politik, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya menuntut suatu Negara untuk berperan aktif melakukan kerja sama antarnegara. Hal ini yang terkadang menimbulkan masalah sebagai akibat dari keinginan masing-masing Negara untuk mendapatkan dan mewujudkan kepentingan nasionalnya. Organisasi iternasional kemudian dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang.

A. Bentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya

Kerja sama antarnegara-negara ASEAN dalam bidang social dilakukan agar tercipta kerukunan dan kemajuan bersama. Setiap Negara anggota ASEAN diminta berperan aktif dan ikut serta dalam upaya kerja sama guna mendukung kesejahteraan negaranya sendiri. Kerja sama dalam bidang social dan budaya dilakukan oleh COSD ( Committee on Social Development ). Beberapa bentuk kerja sama dibidang social Negara-negara anggota ASEAN antara lain sebagai berikut .

1. Bidang pembangunan social dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah)  yang wajar.
2. Membantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan
3. Menanggulangi masalah –masalah perkembangan peduduk melalui kerja sama dengan badan -badan internasional yang bersangkutan 
4. Pengembangan sumber daya Manusia.
5. Peningkatan kesejahteraan
6. Program peningkaan kesehatan ( Makanan dan obat-obatan )
7. Pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN
8. Penandatanganan kesepakatan bersama dibidang Pariwisata ASEAN ( ASEAN Tourism Agreement ( ATA )
9. Penyelengaraan Pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA Games.

B.  Kerja sama di Bidang Politik dan Keamanan

Kerja sama politik ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaiaan antarnegara di ASEAN. Kerja sama ini menyepakati adanya ZOPFAN, traktat persahabatan dan kerja sama  Treaty of Amity and Coorperation/TAC in Southeast Asia ), dan kawasan bebas senjata nuklir di Asia tenggara ( Treaty on southeast Asian Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWF ). Selain itu, kerja sama dalam bidang politik, menciptakan ASEAN Regional Forum ( ARF )untuk membahas kasus-kasus terkini yang menjadi perhatian ASEAN. 

Beberapa contoh nyata kerja sama politik dan keamanan adalah sebagai berikut :

1. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik dibidang Pidana  ( Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT

2. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme ( ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT )

3. Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM ) yang bertujuan mempromosikan perdamaiaan dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama dibidang pertahanan dan keamanan.

4. Penyelesaiaan sengketa laut cina selatan.

5. Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas Negara yang mencakup pemberantasan terorise, perdagangan obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan, perdagangan senjatga ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.

6. Kerja sama dibidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran serta kelembagaan antarparlement.

C. Bentuk kerja sama di bidang Pendidikan

Kerja sama bilateral maupun multirateral dibidang pendidikan terus dilakukan oleh Negara-negara ASEAN demi tercapainya tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Asia tenggara dan meningkatnya daya saing internasional. Contoh bentuk kerja sama Negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan adalah sebagai berikut :

1. ASEAN Council of Teachers Convention ( ACT ) di Sanur, Denpasar, sabtu ( 8/12/2012 ), dengan tema ASEAN Community 2015 : Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity. Pada pertemuan ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunai Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Serta Korea Selatan.

2. Penawaran beasiswa pendidikan. Contohnya, Singapura memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industry, komunikasi bahari, dan lain-lain. Contoh lain : Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni kepada pelajar Negara-negara anggota ASEAN dan kawasan Negara berkembang.

3. Negara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai universitas di Negara-negara ASEAN dan jepang atas biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang ).

4. Olimpiade dibidang pendidikan sering diadakan pada taraf regional Asia Tenggara. Contoh : Pertamina menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) 2015.

Demikian penjelasan singkat di atas semoga bermanfaat dan sukses selalu menyertai anda. Bantu share artikel ini dan terimakasih.
Sumber : KEMENDIKBUD.    

   
    
      

Advertisement by Google 2

Pengertian, Faktor Pendorong, Penghambat dan Bentuk Kerja Sama Antarnegara-negara ASEAN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar