Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

11 Januari 2018

Pengertian Pluralisme dan Pluralisme Perbedaan Agama di Indonesia

Pengertian Pluralisme  dan Pluralisme Perbedaan Agama di Indonesia


Sahabat pendidikan sekalian, berikut adalah penjelasan tentang pengertian Pluralitas dan hubungannya dengan agama di Indonesia, berikut ulasannya !

Di Indonesia terdapat banyak suku dan bangsa. Itulah sebabnya Indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat. Kondisi geografis dan social Indonesia juga memengaruhi berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itulah kita dapat menemukan berbagai pekerjaan masyarakat Indonesia di berbagai tempat.

Kekayaan dan keanekaragaman masyarakat Indonesia baik itu suku, agama, ras, pekerjaan, dan lainnya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia itu bersifat Plural. Kata atau istilah “ PLURAL” berasal dari bahasa inggris yang artinya “ JAMAK”, sedangkan “ PLURALITAS” berarti kemajemukan. Pluralitas masyarakat Indonesia memiliki arti yang sama dengan kemajemukan masyarakat Indonesia.

Selain istilah Pluralitas, terdapat istilah lain yang berhubungan dengan keragaman, yakni multicultural. Multicultural berasal dari kata multi yang berarti banyak ( lebih dari dua )dan cultur artinya kebudayaan. Masyarakat multicultural adalah masyarakat yang memiliki lebih dari dua kebudayaan. Masyarakat multicultural tersusun atas berbagai budaya yang menjadi sumber nilai bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat pendukungnya. Keberagaman budaya tersebut berfungsi untuk mempertahankan identitas dan integrasi social masyarakat.

- Perbedaan Agama

Kalian tentunya banyak menemukan perbedaan agama di lingkungan tempat tinggal kalian dan begitu juga dengan proses ritual pelaksanaan upacara keagamaan meraka yang berbeda-beda. Kalian juga pasti merasa asing dengan  upacara persembahyangan agama yang berbeda-beda dengan agama yang kalian anut. Hal ini wajar sebab setiap agama memiliki tuntunan  masing-masing dalam melakukan proses persembahyangan atau upacara keagamaan.

Setiap agama memiliki tuntunan cara persembahyangan yang berbeda. Mengapa kita perlu memahami berbagai kegiatan agama selain dari agama yang kalian anut? Hal ini sangat penting agar dalam diri kita tumbuh sikap saling memahami dan menghargai atau bertoleransi. Sebagai contoh, ketika umat islam melaksanakan shalat idul fitri di lapangan, maka pemeluk agama lain membantu menciptakan  suasana agar shalat berlangsung aman dan nyaman. Toleransi dalam beragama bukan berarti kita mencampur adukkan ajaran agama, tetapi saling menghormati dan membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan  umat beragama lain dalam beribadah.

Pluralisme Perbedaan Agama di Indonesia
Pluralisme Perbedaan Agama di Indonesia
1. Agama Islam

Pada saat ini, agama Islam merupakan agama yang dipeluk sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut sensus tahun 2010, sebanyak 87,2 % penduduk Indonesia beragama islam. Agama islam telah sampai di Indonesia pada abad VII yang kemudian diikuti perkembangan kerajaan-kerajaan bercorak islam di Indonesia. Sebelum kedatangan islam di Indonesia telah berkembang agama Hindu dan Buddha sejak sekitar abad IV M.

Apabila kalian bukan beragama islam, kalian perlu memahami hari penting  yang sering diperingati pemeluk agama islam. Hal ini bukan untuk membandingkan antaragama, tetapi supaya kita bisa membantu kelancaran kegiatan agama lain. Umat islam memiliki beberapa hari besar yang dirayakan setiap tahun seperti hari raya idhul fitri dan hari raya idhul adha. Hari jum’at juga merupakan hari penting bagi umat islam. Pada hari jumat semua laki-laki wajib melaksanakan ibadah shalat jumat secara berjamaah di masjid. Selain itu, umat islam juga memiliki beberapa hari penting yang selalu diperingati, seperti hari raya tahun baru hijriah, hari kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw dan hari turunnya wahyu yaitu Al Qur’An.

2. Agama Kristen Protestan

Agama Kristen Protestan berkembang di indoensia selama masa colonial belanda ( VOC ) sekitar abad XVI. Pada abad XX, Kristen Protestan berkembang dengan sangat pesat yang ditandai dengan kedatangan pada Misionaris dari Eropa ke beberapa wilayah di indoensia, seperti di wilayah papua barat, Sumatra utara, Sulawesi Utara, dan Jawa .

3. Agama Kristen Katolik

Ada pendapat yang menyatakan bahwa Agama Kristen Katolik telah masuk ke Indonesia tepatnya di Sumatra utara sekitar abad ke VIII. Namun, pendapat tersebut belum didukung bukti-bukti yang kuat. Bukti yang paling kuat tentang kedatangan Agama Kristen Katolik bersamaan dengan penjajahan bangsa-bangsa barat ke Indonesia. Agama Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa portugis, yang diperkuat dengan kedatangan bangsa spanyol.

Salah satu  tujuan Portugis ke Indonesia adalah menyebarkan Agama Katolik Roma yang dimulai di kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen , Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membabtis ribuan penduduk setempat. Selanjudnya, para misionaris giat menyebarkan agama Katolik ke berbagai wilayah di Indonesia.

Hari raya umat Kristen Katolik adalah hari Natal, yang diperingati setiap tanggal 25 Desember. Selain itu, umat Katolik memiliki beberapa hari penting yagn juga selalu diperingati, misalnya hari raya Paskah dan hari raya Kenaikan Isa Almasih.

4. Agama Hindu

Agama Hindu diperkirakan telah masuk ke Indonesia sejak wal abad Masehi. Pada saat mempelajari perkembangan kerajaan hindu –buddha di Indonesia, kalian tentu ingat kapan agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia. Kalian tentu ingat beberapa teori proses masuknya dan berkembangnya Agama Hindu-Buddha di Indonesia.

Beberapa upacara keagamaan pada hari-hari penting agama Hindu misalnya hari Raya Galungan, Hari raya Nyepi, dan hari Saraswati. Agama Hindu kaya akan berbagai upacara atau tradisi keagamaan. Tradisi-tradisi warisan agama dan kebudayaan hindu juga memengaruhi kebudayaan Indonesia yang masih berkembang hingga kini.

5. Agama Buddha

Perkembangan Agama Buddha diperkirakan terjadi bersamaan Agama Hindu. Kerajaan Sriwijya di Sumatra merupakan salah satu pusat studi agama Buddha di Asia Tenggara. Banyak sarjana dari Tiongkok dan bangsa-bangsa Asia Timur mempelajari Agama Buddha di Sriwijaya.

Beberapa upacara keagamaan yang dapat kalian kenal misalnya Hari Raya Waisak dan Ulambana. Waisak dirayakan pada bulan Mei pada waktu terang bulan ( Purnama sidhi ) untuk memperingati 3 ( tiga ) peristiwa penting, yaitu lahirnya pangeran Siddharta, Pengeran Siddharta mencapai penerangan Agung dan menjadi Buddha, dan Wafatnya Buddha Gautama.

6. Agama Konghucu

Kehadiran Agama Konghucu di Indonesia telah berlangsung berabad-abad lamanya. Kalian dapat menemukan klenteng yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah umat konghucu di berbagai wilayah di Indonesia. Contoh, Kelenteng Ban Hing Kyong di manado yang didirikan pada tahun 1819, Kelenteng Boen Thjiang Soe di Surabaya. Umat Konghucu banyak memiliki hari penting, tetapi hari raya yang terkenal dan telah menjadi hari libur nasional di Indonesia adalah hari raya Imlek.

Jauh sebelum Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu berkembang, di Indonesia telah berkembang berbagai aliran kepercayaan. Sampai saat ini, kalian dapat menemukan berbagai aliran kepercayaan yang di anut sebagian masyarakat Indonesia. Berbagai aliran kepercayaan sebagian besar telah berkembang sejak masa Praaksara.

Demikian penjelasan singakat diatas semoga bermanfaat dan sukses selalu menyertai anda.
Sumber : KEMENDIKBUD       

Advertisement 2

Pengertian Pluralisme dan Pluralisme Perbedaan Agama di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar