Tempat Berbagi dan Berbagai Pembelajaran

27 Juni 2018

Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya

Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya


Sahabat pendidikan sekalian dimanapun berada, berikut kita akan membahas mengenai Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya yang dimana sebelumnya telah kita telah membahas tentang Pengertian ANATOMI, Jenis dan Terminologi Dalam ANATOMI. Untuk selanjudnya mari kita beralih ke ulasan tentang sistem alat gerak skeleton axial sesuai dengan judul diatas dan berikut ulasannya.

Skeleton Axial

Skeleton Axial terdiri dari 4 jenis yaitu Cranium (tengkorak), Columna vertebralis (tulang belakang), Costae (Tulang rusuk), dan Sternum (dulang dada).

A. Cranium atau tulang tengkorak

Cranium terdiri dari serangkaiaan tulang-tulang yang seling terhubung. Cranium sendiri terdiri atas os planum, os pneumaticum dan os irregularis. Os planum terdiri atas lapisan terbuka externa, tabula interna dan diantaranya terdapat diploe (lapisan spongiosa). Tabula externa memiliki sifat elastis sedangkan tabula interna lebih tipis dan mudah retak. Satu benturan pada cranium dapat menyebabkan tabula interna retak tanpa adanya retakan pada tabula externa.

Lapisan superficialis membantuk pericranium, lapisan profunda yang menghadap meninx disebut endocranium yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu NEUROCRANIUM dan VISCEROCRANIUM (splanchnocranium).

Neurocranium membentuk cavitas cranii, yang ditempati oleh encephalon, dan dibagi menjadi bagian yang membentuk basis cranii dan calvaria cranii. Tulang-tulang yang membentuk neurocranium adalah os frontale, os ethmoidale,os sphennoidale, os occipitale, os temporale dan osparietale. Dua tulang yang tesebut terakhir berpasangan.

Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya
Cranium
Cavitas Cranii dibentuk oleh calvaria cranii dan facies superior basis crarii. Ditempati oleh encephalon, bersama dengan meninx, dan nervi craniales dan pembuluh-pembulu darah. Rongga pada basis cranii dibagi menjadi Fossa cranii anterior, Fossa Cranii media dan Fossa cranii posterior.

B. Columna Vertebralis 

Tulang belakang terdiri atas ruas-ruas tulang belakang (vertebra) yang tersusun membentuk columna vertebralis. Columna vertebralis berfungsi untuk melindungi susunan saraf pusat (medulla spinalis), dan memegang peranan didalam menerima serta meneruskan gaya berat badan serta merupakan pusat dari berbagai gerakan badan, sehingga gerakan dari columna vertebralis adalah gerakan gabungan dari masing-masing vertebra.

Columna vertebralis terdiri atas beberapa bagian yaitu :

  • Vertebrae cervicales 7 ruas
  • Vertebrae thoracales 12 ruas
  • Vertebra lumbasis 5 ruas
  • Vertebra sacrales 5 ruas
  • Vertebra coccygealis 4 ruas
Dua buah vertebra yan paling cranial mempunyai  bentuk yang khusus (atlas dan episthroheus) yang memungkinkan cranium (kepala) berputar keberbagai arah. Tulang vertebra paling caudal yaitu vertebra sacrales melekat menjadi satu membentuk os sacrum, begitu juga vertebrae coccygeales membentuk os coccygeus. Pada columna vertebralis terdapat suatu saluran yang disebut canalis vertebralis, yang didalamnya terdapat medulla spinalis. 

Columna Vertebralis tidak lurus.
  • Di daerah leher melengkung kedepan disebut dengan Lordosis Cervicalis
  • Di daerah dada melengkung ke belakang disebut dengan Kyphosis thoracalis
  • Di daerah lumbal melengkung ke depan disebut dengan Lordosis lumbalis
  • Os sacrum melengkung ke belakang disebut dengan Kyphosis sacralis
Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya
Columna Vertebralis
Bila dilihat dari depan, Columna vertebralis tidak lurus sepenuhnya. terkadang melengkung kekanan dan kekiri, keadaan ini disebut juga dengan Scoliosis. Lengkungan-lengkungan columna vertebralis disebabkan oleh karena berat badan yang akan baru terjadi pada waktu anak mulai berjalan . Anak yang baru lahir hanya memiliki kyphosis thoracalis dan kyphosis sacralis. Setelah umur 3-4 bulan dimana anak mulai angkat kepala dan berusaha melihat kekanan dan kekiri maka terbentuklah lordosis cervicalis. Pada umur 8-9 bulan, dimana anak mulai duduk  dan berdiri maka terbentuklah lordosis sekunder yaitu lordosis lumbalis.

Jadi, Lordosis cervical dan lumbalis dianggap lengkungan sekunder atau lengkungan compensatoir. Sedangkan kyphosis thoracalis dan sacralis disebut lengkungan primer. Ukuran besar dari lengkungan ini kurang lebih 120 - 160 derajat yang penting artinya pada transmisi gaya berat. Tulang vertebra yang menyusun columna vertebralis semuanya dihubungkan oleh tulang rawan yang disebut discus intervertebralis atau cartilago intervertebralis.

C. C O S T A 

Didalam tubuh manusia, terdapat 12 pasang costa yang berdasarkan pelekatannya terhadap Sternum, Costa dapat dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu :

  • Costa vera : bagian yang melekat langsung pada sternum, yaitu costa 1 - costa VII.
  • Costa spuria : bagian yang melekat pada costa diatasnya (melekat pada sternum secara tidak langsung), yaitu costa VIII - costa X.
  • Costa fluctuantes : bagian costa yang tidak melekat sama sekali pada sternum, yaitu costa IX - costa XII.
Costa selain berhubungan dengan sternum, juga berhubungan dengan vertebra thoracalis.

D. S T E R N U M

Bentuk sternum sebagai keris dan terdiri atas beberapa bagian yaitu :

- Manubrium sterni
- Corpus sterni
- Processus xiphoideus (processus ensiformis)

Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya
Sternum
Ketiga sternum tersebut dihubungkan oleh tulang rawan. Dibagian tengah dari tepi atas manubrium, sterni mempunyai satu lekukan yang disebut incisura jugularis. Disebelah lateral dari incisura terdapat suatu lekuk sendi yang berhubungan dengan os clavicula, lekuk tersebut disebut dengan incisura clavicularis. Tempat dibawahnya terdapat lagi lekuk tempat melekatnya costa I, ini dsebut incisura costalis.

Jika dilihat dari lateralis, corpus sterni membentuk sudut dengan manubrium sterni yang disebut dengan angulus sterni (louisi). Tepi lateralis corpus sterni mempunyai lekuk-lekuk untuk costa II - VII, costa II selalu melekat antara manubrium dan corpus sterni. Processus xiphoideus sterni amat tipis dan memiliki bentuk yang tidak tetap. 

Demikian ulasan singkat diatas, semoga bermanfaat dan selamat belajar. Terimakasih.

Sumber :
Watson, R. Anatomi Fisilogi Untuk Perawat. 10th ed.,EGC.,2002
Syaefudin. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. EGC. 1997
Snell. Anatomi klinik, EGC, 2005
Sloane,E. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. EGC.2004.
Basmajian, J.V. Primary Anatomy. Baltimore, 4th ed., The Williams and Wilkins Co. 1960
Rasak Datu, Abdul. Diktat Anatomi. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS.2004. 
Luhulima. J.W. Diktat Anatomi Umum untuk NERS, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS, 2002.

Advertisement by Google 2

Anatomi Sistem Alat Gerak Skeleton Axial, Jenis dan Penjelasannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar