Teks Laporan Hasil Observasi, Pengertian, Unsur, Ciri dan Kebahasaan

Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

24 Juni 2018

Teks Laporan Hasil Observasi, Pengertian, Unsur, Ciri dan Kebahasaan

Teks Laporan Hasil Observasi 

Pengertian, Ciri, Struktur, Penyimpulan, Kebahasan Teks Laporan Hasil Observasi 

Salam sahabat pendidikan sekalian dimanapun berada, setelah sebelumnya kita telah membahas mengenai Teks Prosedur maka kali ini kita melangkah ke materi selanjutnya yang membahas mengenai Pengertian, Struktur, Penyimpulan, Ciri dan Unsur Kebahasan Teks Laporan Hasil Observasi, dengan harapan ilmu yang terdapat pada tulisan ini dapat bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu dalam proses belajar atau megajar anda. Untuk lebih jelasnya mari kita sama-sama melihat dan menelaah uraian dibawah ini.

Teks Laporan Hasil Observasi
Teks Laporan Hasil Observasi 
1. Pengertian  Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisikan fakta-fakta informasi tentang suatu benda, hewan, tumbuhan, ekosistem, atau keadaan tertentu setelah diadakan penelitian secara sistematis. 

Selanjudnya, adapun ciri dari dari teks laporan hasil observasi yaitu terbagi atas 4 bagian berikut.
  • Yang dibahas didalamnya adalah ilmu tentang suatu objek aau konsep.
  • Objek yang di bahas bersifat umum, sehingga penjelasannya berisikan tentang ciri-ciri umum semua hal yang termasuk didalam kelompok atau kategori itu. Begitupun dengan judul yang digunakan juga bersifat umum, contohnya musem, pantai atau demokrasi.
  • Memiliki tujuan menjelaskan sesuatu yagn dibahas dari sudut pandang keilmuan.
  • Objek atau hal dibahasa secara sistematis, ojektif dan terperinci.
2. Menyimpulkan Isi Teks Pada Laporan Hasil Observasi 

Dalam proses menyimpulkan isi dari teks laporan hasil opservasi, dapat kita lakukan dengan cara mencari ide atau gagasan pokok pada setiap paragraf yang caranya adalah sebagai berikut :
  • Mancari dan mendaftar kata kunci disetiap teks.
  • Memetakan bagian-bagian dari teks.
  • Memetakan paragraf pada teks yakni memilih kalimat utama dan kalimat penjelasnya.
  • Menentukan kalimat utama pada teks yakni kaliamt yang dijelaskan oleh kalimat yang lain.
  • Merumuskan inti dari kalimat utama.
Berikut contoh penyimpulan teks laporan hasil observasi.

Kalimat utama :

Cahaya yang dihasilkan oleh kunang-kunang tidak berbahaya sebab tidak mengandung ultraviolet dan inframerah.

Gagasan utamanya :

Cahaya yang dikeluarkan kunang-kunang tidka berbahaya.

Suatu paragraf dapat dikatakan sebagai paragraf lengkap jika  didalam teksnya memuat 1 ide pokok dan ide-ide penjelas yang semuanya menjelaskan tentang ide pokok secarfa detail, memadai dan lengkap.

3. Struktur Teks Pada Laporan Hasil Observasi

Berikut ini adalah struktur dari teks laporan hasil observasi.

1. Pernyataan umum, defenisi umum atau klasifikasi umum, yaitu informasi umum, defenisi, kelas atau kelompok, keterangan umum, atau informasi tambahan yang membahas tentang subjek yang dilaporkan dari hasil observasi.

2. Deskripsi bagian, yaitu rincian atau perincian dari bagian - bagan yang dilaporkan.
  • Jika yang dilaporka mengenai atau tentang hewan maka rinciannya adalah mengenai ciri fisik, habitat, jenis makanan dan perilaku hewan. 
  • Jika yang dilaporkan adalah tentang tumbuhan maka rinciannya adalah ciri fisik, bunga, buah, akar, manfaatnya, nutrisinya atau rincian dari bagian-bagian tumbuhan yang lainnya. 
  • Jika yang dilaporkan berupa objek maka rincian laporannya yaitu deskripsi bagian yang berupa klasifikasi objek dari berbagai segi, deskripsi manfaat dari objek serta sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh suatu objek.
4. Kebahasaan dalam Teks Laporan Hasil Observasi

1. Ciri bahasa.

a. Menggunakan Istilah pada Bidang Ilmu Tertentu. Istilah adalah gabungan kata yang mengungkapkan makna konsep, keadaan, proses, atau aktifitas. Sebagai Contoh : erosi merupakan istilah yang digunakan pada peristiwa pengikisan dan delta merupakan istilah yang digunakan untuk hasil dari erosi yang terendap dimuara sungai.

b. Menggunakan kalimat defenisis. Kalimat defenisi adalah  yang menjelaskan makna, keterangan, atau ciri utama seseorang, benda, proses ataupun suatu aktifitas. Sebagai contoh : Tari Gambyong adalah tarian khas yagn berasal dari dari daerah Jawa Tengah yagn terkenal dengan gerakannya yang lemah gemulai.

c.  Menggunakan kalimat klasifikasi. Kalimat Klasifikasi adalah kalimat yang mengelompokkan seseorang, aktifitas atau proses kedalam beberapa kelompok berdasarkan sifatnya atau ciri-ciri tertentu. Sebagai contoh : Museum berdasarkan jenis koleksinya dibedakan menjadi dua yakni museum umum dan museum khusus.

2. Unsur Kebahasaan. 

Unsur Kebahasaan pada teks laporan hasil observasi terdiri dari (a) penggunaan huruf kapital, tanda koma, tanda titik, (b) Penggunaan imbuhan asing, (c) Penggunaan awalan asing, (d) Penggunaan kata baku, dan (e) Kalimat efektif.

a. Penggunaan huruf kapital, tanda, koma, dan tanda titik.

  • Tanda koma digunakan diantara unsur-unsur pada suatu pencarian atau pembilangan serta dibelakang kata penghubung antarkalimat pada awal kalimat.
  • Tanda titik digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat berita.
  • Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada nama diri atau nama geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan suatu kekhasan bahasa dan huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama dari geografi seperti " Misalnya Selat Lombok dan Teluk Benggala"
b. Penggunaan imbuhan asing.
  • Akhiran "is" memiliki makna berkaitan dengan. Akhiran " is" adalah adaptasi dari bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Sebagai contoh :

    Bahasa Belanda : Tecknish dan Practish
    Bahasa Inggris : Tecknical dan Practical
    Bahasa Indonesia : Teknis dan Praktis
  • Akhiran " Isasi " Menyatakan proses atgau menjadikan sesuatu. Akhiran " isasi" juga merupakan adapptasi dari bahasa Belanda dan bahasa Ingris. Sebagai contoh :

    Bahasa Belanda : Specialisatie dan Globalisatie
    Bahasa Inggris : Specialization dan Globalization
    Bahasa Indonesia : Spesialisasi dan Globalisasi 
c. Penggunaan awalan asing.

Awalan - awalan asing juga banyak dipergunakan didalam bahasa Indonesia terutama pada laporan hasil observasi (kajian pengetahuan). Sebagai contoh :

  • "Anti" pada kata Antioksidan yang berarti melawan aau bertentangan dengan.
  • "Bi" pada kata Bilateral atau Bilingual dan Bikonveks yang berarti dua.
d. Penggunaan kata baku. 

Kata atau kalimat yagn tidak baku dapat diakibatkan oleh penulisan bahasa yagn tidak sesuai dengan kaidah penyerapan, kaidah tata bentukan dan kosakata daerah. Sebagai contohnya :

- Kata baku : analisis dan ambilkan
- Kata tidak baku : analisa dan ambilin

e. Kalimat efektif. 

Kalimat efektif adalah Kalimat yang memiliki kaidah atau struktur bahasa Indonesia dan pilihan kata baku. Adapun unsur-unsur kalimat efektif yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, kelogisan bahasa.

1. Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam suatu kaliamt jika bentuk pertama menggunakan nomina, betuk kedua dan selanjudnya juga menggunakan nomina. Sebagai contoh :
  • Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang surut airnya, dan cara memanfaatkannya." Kurang Paralel".
  • Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang surutnya air, dan cara pemanfaatan. " Paralel".

2. Kehematan berarti menghindari penggunaan kata, frasa atau bentuk yang dianggap tidak penting atau tidak perlu (pemborsan kata). Penghematan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Menghilangkan Pengulangan Subjek. Sebagai contoh :

    " Karena ia tidak belajar dengan sungguh-sungguh, ia mendapat nilai jelek. (tidak hemat)."
    " Karena tidak belajar sungguh-sungguh, ia mendapat nilai jelek. (hemat)."
  • Menghilangkan pemakaiaan Superordinat pada Hiponim Kata. Sebagai Contoh :

    " Ia memakai sepatu warna hijau. (tidak hemat)."
    " Ia memakai sepatu hijau. (hemat)."
  • Menghindari Kesinoniman dalam Satu Kalimat. Sebagai Contoh : 

    " Sejar dari pagi ia melamun. (tidak hemat)."
    " Sejak pagi ia melamun. (hemat)."
  • Tidak Menjamakkan Kata yang sudah Berbetuk Jamak. Sebagai contoh :

    " Para undangan-undangan sudah datang. (tidak hemat)."
    " Para undangan sudah datang. (hemat)."
3. Kecermatan adalah kalimat yang tidak menimbulkan tafsir ganda. Sebagai contoh :
  • " Siswa SMP yang terkenal itu menerima piala. (salah).
    " Siswa SMP terkenal itu menerima piala. (benar).
5. Langkah Penulisan Teks Laporan Hasil Observasi. 
  • Menentukan topik yang akan ditulis.
  • Menyusun kerangka laporan.
  • Menentukan informasi yang dibutuhkan serta cara mencari informasi.
  • Menata informasi dan hasil rangkuman menjadi teks laporan hasil observasi.
  • Menata informasi yang diperoleh sesuai struktur teks laporan hasil observasi.
  • Memvariasikan kalimat dan mengembangkan paragraf teks laporan hasil observasi.
Demikian ulasan diatas, semoga bermanfaat dan selamat belajar. Terimakasih.
Sumber : Solatif_ Media Prestasi.
Penulis : Wisnu Pranajatmika.

Advertisement 2

Teks Laporan Hasil Observasi, Pengertian, Unsur, Ciri dan Kebahasaan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar