Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Jenisnya

Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Jenisnya

1. Jenis - Jenis Kitab Allah.

Terdapat 4 jenis kitab yang diturunkan oleh Allah SWT ke dunia, yaitu kitab Tauran, Zabur, Injil, dan Al'quran sebagai kita terakhir yang menyempurnakan ketiga kita lainnya. Allah swt memberikan nama kepada kitab tersebut kepada 4 nabinya yang hingga saat ini wajib untuk kita yakini.

Jenis - Jenis Kitab dan Pengertian Iman Kepada Kitab Allah.
Jenis - Jenis Kitab dan Pengertian Iman Kepada Kitab Allah. 
a. Kitab Taurat.

Kitab Taurat diturunkan pada abad ke 12 sebelum masehi yang diwahyukan kepada Nabi Musa a.s, nama Taurat berarti hukum atau syariat. Pada masa itu, Nabi Musa a.s diutus oleh Allah swt untuk berdakwah kepada bangsa bani israil. Oleh sebab itu, maka sangat tepat jika kita meyakini bahwa kitab Taurat diperuntukkan sebagai pedoman sekaligus sebagai petunjuk hidup bagi kaum Bani Israil pada saat itu. Bahasa yang digunakan didalam kitab Taurat adalah bahasa Ibrani.

Kita semua meyakini dan sudah seharusnya meyakini bahwa kitab Taurat adalah kitab yang di wahyukan oleh Allah swt sebagai mana diterangkan didalam kitab suci Al'quran yang salah satunya tertuang didalam Surah al-mu;minun/23 : 49 yang artinya :

" dan sungguh, kami telah anugerahi kepada Musa a.s kitab (Taurat), agar mereka (bani israil) mendapat petunjuk " (Q.S al-mu'minun/23 : 49)

Kitab Taurat yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Musa a.s untuk bangsa bani israil (kaum yahudi) agar merak senantiasa barada pada jalan kebenaran. Adapun pokok-pokok ajaran yang ada dalam  kitab Taurat yang diturunkan di Bukit Sinai tersebut adalah sebagai berikut:

  • Perintah untuk meng "esa " kan Allah Swt.
  • Larangan agar tidak menyembah patung/berhala.
  • Larangan tentang menyebut nama Allah Swt dengan sia-sia.
  • Perintah tentang menyucikan hari sabtu.
  • Perintah untuk menghormati kedua orang tua.
  • Larangan agar tidak membunuh sesama manusia.
  • Larangan agar tidak berbuat zina.
  • Larangan agar tidak menjadi saksi palsu, dan 
  • Larangan agar tidak mengambil hak orang lain.
b. Kitab Zabur.

Kitab zabur diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Daud a.s untuk bangsa Bani Israil atau umat Yahudi yang turunkan pada abad ke 10 sebelum masehi di daerah Yerusalem. Kitab ini dituliskan dengan menggunakan bahasa Qibti sebagai mana firman Allah Swt yagn artinya :

" Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang dilangit dan di bumi. Dan sungguh, kami telah memberikan kelebihan  kepada sebagian Nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Dawud." (Q.S Al-Isra'/17:55).

c. Kitab Injil.

Kitab Injil diturunkan oleh Allah kepada Nabi Isa a.s pada permulaan abad pertama (1) masehi. Kitab injil diwahyukan kepada Nabi Isa a.s di daerah Yerusalem. Pada awalnya, kitab ini dituliskan dengan menggunakan bahasa Suryani. Kitab ini mejadi pedoman kaum Nabi Isa a.s yakni para kaum Nasrani, sebagai mana dijelaskan didalam firman Allah Swt yang artinya :

" Dia (Isa) berkata, Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (injil) dan dia menjadikan aku seorang Nabi" (Q.S Maryam/19:30).

Kitab Injil berisikan ajaran-ajaran pokok yang sama dengan kitab-kitab sebalumnya. Namun ada yang menghapus sebagian dari Kitab Taurat yang sudah tidak sesuai dengan zaman itu. Secara umum Kitab Injil berisikan tentang :
  • Perintah untuk kembali mengesakan Allah Swt.
  • Perintah untuk membenarkan keberadaan Kitab Taurat.
  • Perintah Untuk menghapus beberapa hukum dalam kitab Taurat yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
  • Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali seorang Rasul setelah Nabi Isa a.s yaitu Nabi Muhammad Saw. (disamping ada kitab injil, penjelasan ini juga terdapat didalam kitab Taurat).
Kitab Injil menjadi pedoman bagi para pengikut agama Nasrani agar melaksanakan hukum-hukum Allah Swt, yang dibawa oleh Nabi Isa a.s. Nabi Isa a.s mengajarkan kepada kaumnya agar kaumnya taat kepada hukum-hukum Allah dan tidak terlena dengan gemerlap harta dan dunia.

d. Kitab Suci Al'Qur'an.

Kitab yang terakhir yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi dan Rasul yang terkahir yaitu Nabi Muhammad Saw yang diwahyukan Kitab Suci Al'Qur'an sebagai penyempurna dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya, sesuai dengan Firman Allah Swt yang artinya :

" Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya,dan menurunkan Taurat dan Injil " (Q.S. Ali'Imran/3:3).

Setelah wahyu pertama yang diturunkan di Gua Hira tersebut, turunlah wahyu-wahyu berikutnya sampai seluruhnya diturunkan oleh Allah Swt. Secara umum pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam Al'Qur'an yaitu :

  • Aqidah (keyakinan), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan, seperti meng "esa" kan Allah Swt dan meyakini malaikat-malaikat Allah Swt.
  • Akhlak (budi pekerti), yaitu berkaitan dengan pembinaan akhlak mulia dan menghindari akhlak yang tercela.
  • Ibadah, yakni yang berkaitan dengan tata cara beribadah seperti Shalat, Zakat, dan ibadah lainnya.
  • Muamalah, yakni berkaitan tentang tata cara berhubungan kepada sesama manusia.
  • Tarikh (sejarah), yaitu kisah orang-orang dan umat terdahulu.

2. Pengertian Iman Kepada Kitab - Kitab Allah Swt.


Iman kepada kitab Allah berarti yakin dan percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitabnya kepada para rasul-rasulnya. Ajaran yang terdapat didalam kitab tersebut disampaikan kepada umat manusia sebagia pedoman hidup agar dapat meraih kebahagiaan didunia dan diakhirat.

Diturnkannya kitab-kitab Allah Swt ini merupakan anugerak bagi umat manusia sebab manusia dikaruniai akal pikiran sehingga dapat mengkaji ilmu yang ada didalamnya. Kitab-kitab Allah Swt tersebut juga dapat memberikan jalan keluar terhadap setiap masalah dan kesulitan yang dihadapi oleh manusia. Dengan adanya kitab-kitab Allah Swt tersebut, manusia dapat membedakan mana yang benar (haq) dan mana yang salah (batil), mana yang bermanfaat dan mana yang mengandung mudharat (keburukan).

Seandainya kita tidak mempunyai pedoman yang datangnya dari Allah tentu kita tidak akan pernah mengetahui keberadaan, keesaan, dan keagungan Allah Swt. Demikian juga dengan orang-orang terdahulu. Mereka medapatkan informasi tentang kesaan Allah Swt melalui kitab Allah Swt tersebut. tanpa dibimbing oleh Kitab Allah Swt, manusia juga akan melakukan penyembahan yang sesat dan tindakan-tindakan sesuka hati.

Tanpa kitab Allah Swt sudah pasti kita akan membuat manusia berada dalam kegelapan. Ibarat seseorang yang sedang yang berjalan , manusia berjalan tanpa tahu arah dan tidak mempunyai tujuan hidup. Jika demikian, maka apakah yang akan terjadi? tentunya jalan hidup pasti akan tersesat.

Allah Swt berfirman yang artinya :

" Dengan ktab Itulah  Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridlaan-nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-nya dan menunjukkan kejalan yang lurus" (Q.S. Al-Maidah/5:16).

Demikianlah penjelasan tentang pengeritan iman kepada kitab-kitab Allah Swt dan Jenis-jenis kitab Allah Swt, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan baca juga artikel agama terkait lainnya yang membahas tentang Minuman Keras dan Judi Dalam Hadist. Terimakasih.

Sumber : KEMENDIKBUD-RI
Penulis : Muhammad Ahsan dan Sumiyati.   

Advertisement 2

Pengertian Iman Kepada Kitab Allah dan Jenisnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 comments:

Post a Comment