Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

21 September 2018

Bentuk Keragaman Masyarakat Indonesia Serta Dampaknya

Keberagaman Masyarakat Indonesia. 

Kekayaan bangsa Indonesia akan keberagaman, merupakan suatu hal yang sepatutnya dijadikan sebagai dorongan bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami setiap keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia, agar keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan bangsa sehingga bangsa Indonesia dapat lebih maju dan lebih bermartabat.

1. Bentuk Keberagaman Masyarakat.

Keberagaman masyarakat Indonesia, meliputi beberapa hal yakni :
  • Suku bangsa.
  • Agama,
  • Budaya,
  • Adat Istiadat,
  • Bahasa daerah,
  • Pandangan Politik, dan 
  • Golongan.
A. Keberagaman Suku Bangsa.
Bentuk Keragaman Masyarakat Indonesia Serta Dampaknya
Bentuk Keragaman Masyarakat Indonesia Serta Dampaknya 
Suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan sejarah bangsa dimana penyebaran bangsa Indonesia sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan penjajah di Indonesia. Persebaran yang luas menjadikan suku bangsa di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik tersendiri yang berbeda antara satu suku dengan suku bangsa yang lainnya.

Meski dengan bangsa yang beranekaragam, kita tetap satu bangsa, tanah air, dan bahasa yaitu Indonesia. Maka dari itu, perlu disadari bahwa keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya dan harus dapat dijadikan  sebagai kekuatan yang mempersatukan.

B. Keberagaman Adat Istiadat.

Adat merupakan peraturan tentang perbuatan manusia yang lazim dilakukan sejak zaman nenek moyang dan diikuti oleh keturunannya. Adat telah melembaga dan disebut dengan adat Istiadat yang berupa tata kelakuan yang relatif turun-temurun dari generasi ke generasi sebagai warisan nenek moyang sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola  perilaku dalam masyarakat. Adapun adat yang memiliki sanksi hukum disebut juga dengan hukum adat.

Keberagaman dan kekayaan adat istiadat yang dimiliki Indonesia, Oleh Mr. van Vollenhoven, seorang ahli hukum adat Indonesia, mengungkapkan tentang sistem lingkaran hukum adat (adat rechtskringen) yang mengklasifikasikan dari sekianratus adat di Indonesia menjadi 19 lingkaran hukum adat atau suku bangsa yaitu :
  • Aceh.
  • Gayo, Alas dan Batak.
  • Minangkabau.
  • Sumatera selatan.
  • Melayu.
  • Bangka dan Belitung.
  • Kalimantan.
  • Minahasa.
  • Gorongtalo.
  • Toraja.
  • Sulawesi Selatan.
  • Ternate.
  • Ambon.
  • Timor.
  • Irian Jaya.
  • Bali dan Lombok.
  • Jawa.
  • Yogyakarta, dan 
  • Jawa Barat.
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki ciri dan adat istiadat khasnya masing-masing yang berbeda antara suku bangsa yang satu dengan yang lainnya yang dibuktikan dengan bentuk atau wujud dari bentuk rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, alat musik tradisional, lagu daerah, tarian daerah,makanan khas tradisional, kerajinan khas tradisional, upacara adat, dan masih banyak yang lainnya termasuk juga dengan sistem kekerabatannya.

Terdapat bebreapa sistem kekerabatan yang ,asih kental dan kuat yang di anut oleh masyarakat yang diantaranya adalah :
  • Parental
  • Patrilineal, dan 
  • Matrilineal.
a. Parental.

Sistem kekerabatan parental menarik garis keturunan dari kedua belah pihak (ayah dan ibu). Kedudukan laki-laki dan peremouan sama. Misalnya pada daerah aceh dan jawa barat. di daerah parental, apabil akan melakukan pesta perkawinan, maka menurut adatnya, biaya pesta ditanggung oleh kedua belah pihak, atau dengan berdasarkan oleh kesepakatan kedua belah pihak. dijawa barat, dengan adat sunda biasanya pihak laki-laki mengeluarkan biaya untuk mambawa barang ' seserahan' serta memberikan bantuan dana untuk penyelenggaraan pesta kepada pihak perempuan, sedangkan pihak perempuan mengeluarkan biaya untuk penyelenggaraan pesta.

b. Patrilineal.

Sistem ini menarik garis keturunan dari pihak bapak dimana kedudukan laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Misalnya, didaerah palembang dan batak, jika ada suatu anggota yang akan menyelenggarakan pernikahan maka seluruh biaya perkawinan ditanggung oleh pihak laki-laki, sedagkan pihak perempaun tidak dibebankan untuk menanggung biaya perkawinan kecuali atas kesepakatan dua belah pihak.

c. Matrilineal.

Sistem ini menarik garis keturunan dari pihak ibu dimana kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki-laki, misalnya pada daerah minangkabau yang jika ada anggota masyarakat yang akan mengadakan pesta pernikahan maka biaya pesta pernikahan tersebut sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak peremuan dan pihak laki-laki tidak dibebankan untuk menanggung biaya pernikahan kecuali atas dasar kesepakatan kedua belah pihak.

C. Keberagaman Agama.

Agama adalah hal yang tidak mungkin akan terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kebaragaman Agama didasari oleh keberagaman suku bangsa, letak geografis, dan latar belakang sejarah. Agama yang beragam tersebut terdiri dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu sebagai agama resmi penduduk Indonesia.

2. Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia.

Adapun pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia tentunya memiliki dampak positif dan juga dampak negatif dikarenakan keberagaman tesebut bisa menjadi suatu kekuatan namun juga dapat menjadi  pemicu terjadinya perselisihan didalam masyarakat. Berikut dampak yang dapat terjadi :

a. Dampak positif.
  • Terciptanya integritas nasional;
  • Menjadi sarana pergaulan antar suku, agama, budaya, dan golongan;
  • Memperkaya khasanah budaya nusantara.
b. Dampak negatif.
  • Konflik dalam masyarakat.
  • Terciptanya sikap primordialisme, yaitu pandangan yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak kecil baik itu yang berkaitan dengan tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada dilingkungan pertamanya;
  • Munculnya sikap etnosentrisme, yaitu  suatu pandangan yang menganggap bahwa suku bangsa sendiri lebih unggul dibandingkan dengan suku yang lainnya; dan
  • Fanatisme yang berlebihan, yaitu paham yang berpegang pada keyakinan sendiri secara berlebihan dan menganggap salah keyakinan yang lainnya.
Demikian ulasan diatas, semoga bermanfaat. 

Sumber : KEMENDIKBUD-RI_Jakarta,2018.
Kontributor Naskah : Ai Tin Sumartini dan Asep Sutisna Putra.
Penelaah : Kokom Kumalasari,dkk
Pe-Review : Satar Muharja.

Advertisement 2

Bentuk Keragaman Masyarakat Indonesia Serta Dampaknya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar