Tempat Berbagi dan Berbagai Pembelajaran

9 September 2018

Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Laki-Laki

Sistem Reproduksi Laki-Laki 

Perlu kalian ketahui bahwa alat reproduksi pada laki-laki dibedakan menjadi dua jenis dan lengkap dengan fungsinya masing-masing, yaitu :
  • Alat reproduksi dalam, dan 
  • Alat reproduksi luar.
Tahukah kalian organ -organ apa saja yang menyusun sistem reproduksi pada laki-laki? untuk mengetahuinya mari kita simak ulasan berikut ini.

A. Alat reproduksi dalam pada laki-laki.

Alat reproduksi dalam merupakan alat reproduksi yang tidak dapat diamati secara langsung sebab terletak pada bagian dalam tubuh manusia yang strukturnya terdiri dari testis, saluran sperma, uretra, dan kelenjar reproduksi.
Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Laki-Laki
Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Laki-Laki
1. Testis.

Testis merupakan organ reproduksi yang memiliki bentuk bulat telur dan berjumlah sepasang atau dua buah dan terletak pada skrotum. pada usia 13 tahun atau 14 tahun, testis mulai memproduksi sperma atau sel kelamin jantan dan hormon testosteron. Apakah yang dimaksud dengan sperma dan testosteron?

Sperma merupakan sel yang memiliki ekor dan berkepala yang merupakan sel kelamin bagi laki-laki sedangkan hormon testosteron adalah senyawa yang dapat merangsang perubahan fisik pada laki-laki seperti membesarnya jakun dan tubuhnya rambut pada tempat tempat tertentu seperti kumis dan jika hal tersebut telah terjadi maka keadaan itulah yang disebut dengan masa pubertas. Masa Pubertas adalah masa ketika seseorang mengalami pematangan fungsi seksual yang disertai dengan perubahan fisik dan psikis.

2. Saluran Sperma.

Susunan saluran sperma terdiri dari epidermis, vas deferens, dan juga utera. Sperma yang dihasilkan di dalam testis akan keluar melalui epidermis dimana epidermis itu sendiri merupakan saluran yang keluar dari testis. Untuk semetara, sperma yang keluar dari dari testis disimpan pada saluran epidermis hingga perkembangannya sempurna, dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya yaitu saluran vas deferens, Vas deferens merupakan saluran yang menghubungkan epidermis dan utera serta berfungsi sebagai saluran sperma menuju utera.

Utera adalah saluran paling akhir dari sistem saluran reproduksi laki-laki yang terletak didalam penis. Utera memiliki fungsi sebagai saluran keluarnya sperma dan juga sebagai saluran keluar urine saat buat air kecil. Untuk proses keluar sperma, disebut dengan istilah ejakulasi.

3. Kelenjar Reprduksi.

Kelenjar reproduksi berfungsi untuk memproduksi getah/cairan yang nantinya akan bercampur dengan sel sperma dan berubah menjadi mani atau semen. Adapun kelenjar reproduksi pada laki-laki terdiri dari 3 jenis yaitu vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper.

a. Vesikula Seminalis

kelenjar ini merupakan struktur yang berbentuk seperti kantong kecil yang kusut dengan ukuran kurang lebih 5 cm dan terletak dibelakang (posterior) kantong kemih yang menghasilkan cairan dengan sifat basah (alkali) serta mengandung fruktosa/gula monosakarida, hormon prostaglandin, dan protein pembekuan. Berikut fungsi dari Fruktosa, Prostaglandin,dan Protein Pembekuan.
  • Fruktosa berfungsi sebagai peyedia sebagian besar energi yang dikonsumsi oleh sperma.
  • Hormon Prostaglandin berfungsi sebagai perantara (mediator) utama dalam proses kontraksi dan relaksasi otot polos pada bagian vesikula seminalis.
  • Protein Pembekuan merupakan salah satu zat untuk menunjuang terjadinya proses koagulasi yaitu pembekuan, di samping itu berfungsi memfasilitasi pembekuan semen ejakulasi pada wanita.
b. Kelenjar prostat.

Kelenjar ini menghasilkan suatu cairan yang keputih-putihan, sedikit asam (pH 6,5), dan mengandung beberapa jenis zat yakni : 
  • Zat asa sitrat yang digunakan untuk menghasilkan energi (ATP),
  • Zat enzim, yaitu pepsinogen, lisozim, dan amilase, dan 
  • Seminal Plasmin yang berfungsi sebagai antibiotik untuk membunuh bakteri dalam saluran reproduksi.
c. Kelenjar Cowper (Bulbouretra).

Kelenjar ini menghasilkan lendir dan cairan yang bersifat basa yang fungsinya untuk melindungi sperma dengan cara menetralkan urine yang memiliki pH asam yang tersisa dalam utera serta melapisi utera, sehingga dapat mengurangi kerusakan pada sperma selama ejakulasi.

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan bercampur dengan getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar reproduksi, sehingga menyebabkan terbentuknya suatu suspensi atau campuran antara zat cair dan zat padat yang disebut juga dengan cairan mani atau semen. 

Semen atau mani inilah yang kemudian dikeluarkan melalui utera yang pada umumnya, volume semen yang dikeluarkan sebasar 2,5-5 milliliter(mL) dimana dalam setiap 1 mL semen, terkandung 50-150 juta sel sperma dan diantara jutaan sel sperma tersebut hanya ada satu sel sperma yang akan berhasil membuahi sel telur pada organ dalam sistem reproduksi perempuan.

B. Alat Reproduksi Luar pada Laki-laki.

Alat reproduksi luar merupakan alat yang terletak pada bagian luar tubuh dan dapat diamati secara langsung seperti penis dan Skrotum.

a. Penis.

Penis berfungsi sebagai saluran kencing/urine dan sebagia saluran sperma. Penis terbentuk dari otot dan tidak memiliki tulang yang pada ujungnya terdapat struktur yang berbentuk lipatan kulit yang disebut dengan kulup/prepuce. prepuce inilah yang dipotong saat seorang anak laki-laki di sunat bagi yang beragama muslim.

b. Skrotum.

Di dekat penis, terdapat kantong yang berbentuk seperti lipatan-lipatan kulit yang disebut dengan skrotum dan terdiri dari sepasang/dua buah testis atau buah zakar yang bentuknya bulat sepeti telur. Fungsi dari Skrotum ini adalah menjaga suhu testis agar sesuai dengan untuk prosuksi sperma.

- SPERMATOGENESIS.

Pada saat laki-laki mengalami mimpi basah dan mengeluarkan cairan mani atau semen pada penis maka itu merupakan tanda bahwa sistem reproduksi pada laki-laki tersebut telah matang. Mimpi basah pada laki-laki umumnya terjadi pada rentang usia 10 hingga 14 tahun.

Cairan mani merupakan campuran dari sel-sel sperma dengan getah-getah yang dikeluarkan oleh kelenjar reproduksi pada laki-laki yang terjadi didalam testis. Proses pembentukan sperma inilah yang disebut dengan Spermatogeneisis. Pembekuan sel sperma terjadi didalam tubulus seminiferus dimana kata 'tubulus' berati saluran-saluran  dan kata seminiferus berasal dari kata 'semen' yang artinya sperma.

Jadi Tubulus Seminiferus adalah saluran panjang yang berkelok-kelok sebagai tempat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah yang pada dasarnya membentuk testis. 

Proses pembentukan sperma pada tubulus terjadi secara bertahap. Spermatogonium (sel induk sperma) yang bersifat diploid (2n) mengalami pembelahan secara mitosis dan membentuk spermatosit primer yang selanjudnya mengalami pembelahan meiosis tahap satu (meiosis I) membentuk dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n).

Spermatosit sekunder kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap II membentuk spermatid yang bersifat hiploid. Pada akhir proses ini, spermatid mengalami deferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk empat sel sperma atau spermatozoa yang matang.

- Fungsi ekor pada sperma.

Fungsi ekor pada sperma adalah sebagai alat bentu pendorong sperma untuk berenang menuju dan menembus sel telur, serta menjaga dan mencegah sel sperma lainnya untuk masuk kedalam sel telur bila sedang dibuahi oleh sel sperma.

- Fungsi ujung kepala runcing pada sperma adalah untuk membantu sperma menembus sel telur yang akan dibuahi.

Demikian ulasan diatas, semoga bermanfaat dan terimakasih.
Baca juga artikel terkait lainnya yang membahas tentang Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Perempuan.
Sumber KEMENDIKBUD-RI_Jakarta,2018
Penulis : Siti Zubaidah, dkk
Pe-Review : Ida Rokhayati.

Advertisement by Google 2

Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Laki-Laki Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar