Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

30 Januari 2019

Zakat – Pengertian, Perbedaan, Jenis, Ashnaf, Syarat dan Hikmah Zakat

Salam sahabat pendidikan muslim dimanapun berada, sesuai dengan tema atau judul di atas, ulasan kita kali ini kita akan membahas tentang pengertian zakat, perbedaan zakat fitrah dan zakat mal, delapan anshaf zakat syarat zakat dan hikmah dari zakat fitrah dan zakat mal. Untuk lebih jelasanya mari kita simak ulasan berikut ini.

A. Pengertian Zakat dan Zakat Fitrah.

Zakat secara bahasa adalah “ menyucikan”. Zakat merupakan rukun islam yang berkaitan dengan harta yang terdiri dari dua jenis atau dua macam yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
Zakat – Pengertian, Perbedaan, Jenis, Ashnaf, Syarat dan Hikmah Zakat
Zakat – Pengertian, Perbedaan, Jenis, Ashnaf, Syarat dan Hikmah Zakat
Zakat fitrah secara bahasa adalah zakat kesucian dan menurut istilah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap jiwa atau orang yang mukmin di bulan Ramadhan. Maka dari itu, zakat fitrah hanya dilakukan sejak awal bulan ramadhan hingga menjelang shalat idul fitri.

Zakat fitrah ini disyariatkan oleh Allah kepada umat muslim pada bulan sya’ban tahun kedua hijriah. Adapun hukum dari zakat fitrah adalah wajib bagi semua umat islam;besar, kecil, laki-laki, dewasa, budak, maupun merdeka. Di dalam (QS At-Taubah 9:103), Allah SWT berfirman :

“ Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah maha mendengar, maha mengetahui “. (QS At-Taubah 9:103).

Kewajiban berzakat fitrah berlaku untuk setiap umat muslim yang merdeka yang memiliki kelebihan makanan satu hari satu malam sebanyak satu sha’ dari mekanannya bersama keluarga. Disamping untuk dirinya sendiri, juga semua tanggungan keluarga, seperti istri, anak, dan pembantu.

Barang atau bahan yang dapat di pakai untuk zakat fitrah adalah bahan makanan pokok yang mempunyai sifat mengenyangkan, banyak ditnam orang, dan tahan lama. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan dalam setiap jiwa adalah satu sha’ atau 3,1 liter atau sama dengan 2,5 kg atau uang yang seharga bahan makanan pokok untuk satu jiwa.

- Syarat – syarat Muzakki ( orang yang mengeluarkan zakat).

  • Beragama Islam,
  • Mengalami kehidupan di bulan Ramadhan,. Dalam hal ini, termasuk pula bayi yang sudah lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir bulan Ramadhan. Demikian juga pada seseorang yang meninggal sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.
  • Mampu membayar zakat, artinya memiliki kelebihan  harta untuk mencukupi keluarganya pada saat hari raya idul fitri.

- Rukun Zakat Fitrah .

  • Niat. Bacaan niatnya jika di artikan dalam bahasa indonesia adalah “ saya berniat mengeluarkan zakat fitra untuk diriku sendiri karena Allah taala”.
  • Adanya Muzakki (orang yagn berzakat fitrah).
  • Adanya Mustahik ( orang yang menerima zakat fitrah).
  • Adanya harta yang dipergunakan untuk berzakat fitrah.

- Waktu Zakat Fitrah.

Tedapat beberapa ketentuan waktu untuk membayar zakat fitrah dan hukumnya bagi pada muslim yang diantaranya adalah sebagfia berikut :

a. Waktu Ta’jil.

Hukumnya diperbolehkan pada waktu ta’jil, yaitu dilakukan sejak awal ramadhan tiba hingga hari akhir di bulan samadhan sebalum tiba waktu magrib (berbuka).

b. Waktu Wajib.

Hukum wajib ini berlaku sejak matahari terbenam (shalat magrib) hingga sebelum shalat subuh di akhir bulan ramadhan.

c. Waktu Lebih Utama (afdal).

Waktu lebih utama untuk membayar zakat adalah sejak selesai shalat subuh sampai pada sebelum pelaksanaan shalat idul fitri. Shalat idul fitri yang menjadi patokan adalah shalat ID di tempat kita tinggal.

B. Zakat Mal.

Zakat Mal adalah zakat atas harta yang dimiliki oleh seseorang. Zakat mal di keluarkan untuk membersihkan harta yang dimiliki dengan cara memberikannya kepada orang –orang yang berhak menerimanya dengan kadar dan syarat-syarat yang telah di tentukan oleh agama. Hukum mengeluarkan zakat mal adalah wajib bagi orang yang sudah memenuhi syarat-syaratnya.

- Syarat- syarat muzakki (orang yang berzakat).

  • Beragama islam,
  • Merdeka (tidak hamba shaya),
  • Harta milik sempurna, Bukan harta pinjaman,
  • Harta mencapai satu nisab, Nisab adalah batas minimal jumlah harta sehingga wajib dikeluarkan zakatnya.
  • Sudah satu tahun dimiliki, Untuk jenis harta tertentu, hal ini tidak disyaratkan.

- Harta yang di zakatkan.

Dalam hajian fiqih klasik, jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya terdapat 5 macam jenis, yaitu emas/perak, harta perniagaan, peternakan, pertanian, harta temuan (rizak).

1. Emas dan Perak.

Emas dan perak merupakan barang-barang berharga. Emas dan perak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah emas dan perak yang merupakan harta simpanan. Emas dan perak yang disimpan ini wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah dimiliki selama satu tahun. Nisabnya adalah 

-Nisab emas : 93,6 gram (pendapat lain 85 gram)
-Nisab perak : 624 gram
-Kadar zakat keduanya: 2,5%.

Demikian halnya dengan harta simpanan yang tidak berwujud emas misalnya berbentuk unag yang ditabung juga harus dikelaurkan zakatnya. Besar nisab dan zakatnya disamakan dengan nisab dan zakat emas.

2. Harta Perniagaan.

Harta perniagaan adalah harta yang diperdagangkan. Untuk harta jenis ini disyaratkan  sudah setahun dan sudah mencapai satu nisab. Nisab di hitung dari harta milik sempurna dan tidak termasuk pinjaman kepada pihak lain.

-Nisab : senilai dengan emas 93,6 gram (pendapat lain 85 gram)
-Kadar zakat : 2,5%.

3. Peternakan.

Binatang ternak/piaraan yang harus dikeluarkan zakatnya adalah kambing/domba, sapi/kerbau, dan unta. Adapun perhitungan zakatnya adalah sebagai berikut :

a.Kambing/Domba.

Nisabnya : 
- 40 - 120 ekor – kadar zakatnya 1 ekor umur 2 tahun.
- 121 – 200 ekor – Kadar zakatnya 2 ekor umur 2 tahun.
- 201 – 300 ekor – kadar zakatnya 3 ekor umur 2 tahun.

Catatan : Setiap pertamahan 100 ekor maka kadar zakatnya betambah 1 ekor.

b.Sapi/Kerbau.

Nisabnya :
- 30 – 39 ekor – kadar zakatnya 1 ekor umur 1 tahun.
- 40 – 49 ekor – kadar zakatnya 1 ekor umur 2 tahun.
- 60 – 69 ekor – kadar zakatnya 2 ekor umur 1 tahun.
- 70 – 79 ekor – kadar zakatnya 2 ekor umur 2 tahun.
- 80 – 89 ekor – kadar zakatnya 3 ekor umur 1 tahun.

Catatan : setiap pertambahan 30 ekor sapi/domba maka kadar zakatnya ditambah 1 ekor.

c. Unta.

Untuk unta tidak di sebutkan sebab tidak di budidayakan di Indonesia. Namun jika hendak mendapat informasinya silahkan kunjungi webside lain yang menyajikannya. Untuk peternakan selain dari yang disebutkan diatas seperti unggas dan budi daya perikanan, perhitungan zakatnya disamakan dengan harta perniagaan. Nisabnya senilai dengan harga emas dan kadar zakatnya sama dengan kadar emas.

4. Pertanian.

Yang dimaksud dengan hasil pertanian dalam fiqih klasik adalah khusus yang memproduksi makanan pokok seperti beras, jagung, gandum, sagu dan lainnya. Zakat jenis harta ini di berikan setiap panen, jadi tidak harus menunggu satu tahun. Ketentuannya adalah sebagia berikut :

- Nisab : 750 kg ( 5 wasaq) 
- Kadar zakatnya : 10 % ( apabila tidak ada tambahan biaya untuk pengairan), 5 % (apabila ada biaya tambahan untuk pengairan).

Adapun hasil pertanian / perkebunan yang bukan makanan pokok seperti tembakau, teh, buah-buahan, dan lainnya, perhitungannya sama dengan harta peniagaan. Nisabnya senilai dengan harga emas dan kadar zakatnya sama dengan kadar emas.

5. Harta Temuan.

Harta rikaz adalah harta terpendam yang ditemukan. Harta itu sudah tidak betuan lagi. Kalau seseorang menemukannya, maka harta tersebut menjadi hak penemunya. Namun, tetap harus mengeluarkan zakatnya, yaitu 20 %. Jika harta rikaz di temukan  di Indonesia, kita harus mengikuti ketentuan hukum posistif di Indonesia.

C. Zakat Profesi.

Karena jenis zakat ini tergolong baru maka para ulama khalaf (sekarang) berijtihad bahwa pedapatan dari para profesional tersebut juga harus dikeluarkan zakatnya dengan ketentuan nisabnya sama dengan emas dan kadar zakatnya 2,5 %. Teknis pengeluarnnya bisa setiap tahun, setiap bulan, atau setiap saat mendapatkan hartanya.

D. Orang Yang berhak Menerima Zakat.

Allah SWT berfirman dalam (Q.S. At-Taubah 9 : 60 ) yang artinya :

“ Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang yang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk ( membebaskan orang yang berhutang), untuk jalan Allah Swt, dan untuk orang-orang sedang dalam perjanalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana”. (Q.S. At-Taubah 9 : 60 ).

  1. Fakir adalah orang yang memiliki harta yang sangat sedikit, tidak mempunyai pekerjaan, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Miskin adalaah keadaan orang yang memunyai sedikit harta dan penghasilan, serta tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  3. Amil adalah orang yang mempunyai tugas mengurus zakat mulai dari pengumpulan sampai kepada pembagian.
  4. Muallaf adalah orang yang hatinya masih lemah, seperti baru saja masuk Islam. Zakat muallaf ini untuk menetapkan hatinya.
  5. Riqap. Pada awal zaman perkembangan islam, zakat digunakan juga untuk menghapus sistem perbudakan dengan cara memerdekakan budak dari majikannya. Setelah dimerdekakan, budak itu mempunyai kebebasan hidup sebagaimana layaknya.
  6. Gharim adalah orang yang mempunyai banyak hutang. Hutang itu bukan untuk maksiat tetapi untuk kebaikan. Contohnya orang berhutang untuk berdagang kemudian bangkrut.
  7. Sabilillah adalah segala usaha yang bertujuan untuk menegakkan agama Allah, seperti pengembangan pendidikan, kesehatan, dakwah, panti asuhan, dan lainnya.
  8. Ibnu Sabil adalah orang yang kehabisan bekal dalam perjanan dan perjalanan yang dilakukan itu bukan untuk maksiat, seperti menuntut ilmu, berdakwah, silaturrahmi dan lainnya.

E.Hikmah Zakat.

Beberapa hikmah zakat yaitu :
  • Ungkapan rasa syukur atas segala nikamt yang diberikan oleh Allah Swt.
  • Mengurangi kesenjangan sosial antara yang aya dan yang miskin.
  • Menyucikan diri dari dosa dan memurnikan jiwa (tazkiyatul nafs).
  • Menumbuhkan sifat dermawan dan mengikis sifat kikir.
  • Media pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
  • Menolong, membantu dan membina kaum dhu’afa (orang lebah secara ekonomi) maupun mustahiq lainnya ke arah kehidupan yang lebih sejahtera.
  • Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, rukun dan damai.
Zakat juga memiliki fungsi sosial yaitu sebagai bentuk solidaritas kepada fakir miskin. Sudah menjadi sunnatullah, bahwa setiap orang memiliki perbedaan rezeki sebagia akibat dari perbedaan keahlian, potensi, kemampuan, dan nasib. Dengan adanya zakat, kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin dapat dipersempit.

Demikian ulasan singakat tersebut di atas, semoga bermanfaat dan terimakasih.
Sumber : Pendidikan Agama Islam-KEMENDIBUD-RI_2018.
Penulis : Muhammad Ahsan dan Sumiyati.
Penelaah: Imam Makruf, dkk
Pe-review : Reksiana.
Pencetak: Masmedia Buana Pustaka.

Advertisement by Google 2

Zakat – Pengertian, Perbedaan, Jenis, Ashnaf, Syarat dan Hikmah Zakat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar