Tempat Berbagi Dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Fidyah adalah Denda bagi seorang muslim yang tidak bisa mengganti puasanya di pada bulan Ramadhan sebelumnya hingga tiba / memasuki bulan Ramadhan berikutnya. Adapun hukum hukum membayar fidyah adalah WAJIB bagi seorang muslim.

Meski telah membayar Fidyah, bukan berarti mereka tidak perlu lagi mengganti puasanya pada Ramadhan sebelumnya sebab hukum puasa tetap wajib untuk dilaksanakan dan diganti sesuai dengan jumlah bilangan hari yang telah ditinggalkannya.

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan
Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan
Perlu diketahui pula bahwa, ukuran fidyah bagi puasa yang ditinggalkan hingga masuk pada Ramadhan berikutnya akan dilipat gandakan sesuai bilangan harinya. Kadar fidyah diukur berdasarkan kadar harga beras (makanan pokok). Kadar tersebut akan berubah seiring dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah setempat dan beras fidyah tersebut hendaknya diperuntukkan bagi fakir miskin.

Cara Membayar - Menunaikan Fidyah.

Ukuran fidyah yaitu setengah zak/sho' kurma, gandum, atau beras sesuai dengan kebiasaan makan keluarganya(keluarga kita). sedangkan ukuran satu zak adalah kurang lebih 2,5 kg - 3 kg yang jika untuk menjaga kehati-hatian dan kita mengambil ukuran 3 kg maka ukuran fidyahnya adalah 1,5 kg.

Adapun cara menunaikan atau membayarkan fidyah adalah sebagai berikut ini.

a. Memberi Makan.

Memberikan makanan popok beras, gandum, atau kurma yang telah dijelaskan diatas kepada pakir dan miskin. Sebagai contoh, jika anda memiliki utang puasa sebanyak 10 hari maka kita mencari 10 orang fakir dan miskin untuk diberi makan dengan masing-masing 1,5 kg beras yang telah dimasak dan lengkapkan bersama dengan lauk pauknya (itu lebih baik).

b. Membuat Hidangan.

Membuat hidangan yang takaran atau ukurannya sesuai dengan ukuran fidyah yang hendak untuk dibayarkan atau ditanggungnya, lalu mengundang orang-orang fakir dan miskin untuk diberi makan hingga mereka kenyang. Misalnya, anda memiliki 5 hari utang puasa maka panggil atau undang 5 orang fakir dan miskin untuk diberi makan hingga kenyang. (lengkap dengan lauk pauknya) lebih baik ditambahkan dengan daging.

c. Membayar Fidyah Tidak Dengan Uang.

Tidak diperkenankan bagi seorang muslim untuk membayarkan fidyah dengan menggunakan uang sebab itu dianggap tidak sah dan waktu pembayaran fidyah itu sendiri yaitu pada waktu atau hari dimana kita tidak melaksanakan puasa atua juga pada waktu akhir - akhir bulan puasa ramadhan seperti yang dilakukan oleh Anas bin Malik.

Lalu Bagaimana membayar fidyah bagi Wanita yang hamil dan Menyusui?

Cukup Menarik pertanyaan tersebut di atas, untuk mendapatkan jawabannya silahkan simak ulasan dibawah ini.

Apabila seorang wanita, merasa khawatir terhadap kesehatatan atau keselamatan janinya dan wanita menyusui juga khawatir dengan anak yang disusuinya dikarenakan berpuasa, maka dibolehkan baginya untuk tidak berpuasa sebagaimana yang telah disepakati oleh para ulama.

Adapun dalil daripada perkara ini dijelaskan didalam Hadits Riwayat Ahmad yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya :

" Sesungguhnya Allah Azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui." (H.R Ahmad).

Apakah Orang hamil/menyusui wajib mengQodho' atau membayar Fidyah?

Terdapat 5 pendapat berbeda dalam pandangan masalah ini dimana pendapat terkuat yaitu pendapat yang menyatakan bahwa cukup dengan membayar fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin tanpa harus meng-Qodho puasanya.

Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan bahwa " Keringan dalam hal ini adalah bagi mereka yang tua renta, wanita tua renta dan mereka mampu berpuasa, Mereka (kedua golongan tua) itu berbuka jika mereka mau dan memberi makan kepada orang miskin setiap hari yang ditinggalkan, pada perkara ini tidak ada Qodho, bagi mereka.

Kemudian hal ini di hapus dengan satu ayat lain yang artinya " karena itu, barang siapa diantrara kamu hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu". Namun hukum fidyah ini masih tetap ada bagi orang tua rentah dan wanita tua renta jika mereka tidak mampu berpuasa 

Dan kemudian untuk wanita hamil serta menyusui jika merasa khawatir aka adanya bahaya, maka ia dibolehkan "tidak puasa" dan memberikan makan kepada fakir miskin untuk setiap puasa yan ditinggalkannya" (Ibnu Jarud dalam Al Muntaqho dan AL Baihaqi - Irwa'ul Gholil 4:18).

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa wanita hamil dan wanita yang menyusui  serta oran gtua rentah adalah sama-sama dalam hal membayar fidyah. Ibnu Abbas memerintahkan kepada wanita hamil untuk tidak berpuasa di Bulan Ramadhan, dan megatakan " Engkau seperti orang tua yang tidak mampu untuk berpuasa, maka berbukalah dan berilah makan kepada fakir miskin setengah sho' gandum untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan." ( Riwayat Abdur Razaq dengan sanad yang shahih).

Keterangan diatas merupakan pendapat dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar dan tidak terdapat atau didapati perselisihan dalam pendapat tersebut. Dapat pula dikatakan bahwa Hadits Ibnu Abbas yang membicarakan surat AL-Baqarah ayat 185 dihukumi marfu' (sebagai sabda nabi Saw). Dengan alasan, karena ini adlaah perkataan sahabat tentang tafsir yang berkaitan dengan sababun nuzul (sebab turunnya Surat Al-Baqarah ayat 185). Maka hadits ini dihukumi sebagai Sabda Nabi sebagaimana diketahui dalam ilmu Mustholah. Wallahu a'lam.

Sampai disitu ulasan singkat tetang cara membayar fidyah puasa ramadhan tersebut diatas, semoga memberi manfaat untuk kita semua terutama untuk saya pribadi dan terimakasih. Wassalam.

Advertisement 2

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu