Tempat Berbagi dan Berbagai Pembelajaran

25 April 2019

Hadits Tentang Keutamaan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa

Keutamaan Sahur, mengakhiri sahur dan menyegerakan berbuka. 

Didalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Saw berkata yang artinya :

1. " Bersahurlah kamu, karena pada makanan sahur itu ada berkah." ( H.R, Bukhari-Muslim).

Qatadah menerangkan pula yang artinya bahwa :

2. " Bahwasanya Zaid ibn Tsabit menerangkan kepada Anas bahwa para sahabat bersahur bersama-sama Nabi Saw. kemudian mereka bangun untuk bershalat (subuh). Aku (Anas) bertanya : ' berapa lama antara keduanya?' Zaid menajwab : kira-kira kita membaca 50-60 ayat." (H.R Bukhari dan Muslim).

Sahal ibn Said r.a berkata yang artinya :

3. " Rasulullah Saw bersabda : " manusia tetap berada dalam kebajikan selama mereka menyegerakan berbuka." ( H.R Bukhari-Muslim).

Hadits Tentang Keutamaan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa
Hadits Tentang Keutamaan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa
Makanlah sahur diwaktu sahur yaitu sesaat sebelum subuh. Sahur ialah waktu yang terletak pada akhir malam sebelum subuh. Menurut pendapat Imam An-Nawawy dalam Ar Raudhah, waktu sahur mulai hari separuh malam . Pendapat ini dibantah As Subkhy. Beliau berkata, ' Sahur menurut bahasa ialah waktu yang terletak sesaat sebelum subuh. Karena itulah Ibnu Abi Sahaifi mengatakan waktu sahur ialah seperempat yang akhir dari malam.'.

- Memakan makanan diwaktu sahur mengandung banyak keberkatan. 

Apabila disini dibaca sahur dengan fathah sin (sahur), maka yang memiliki berkah disini ialah makanannya. Apabila kita maksudkan dengan berkah disini pahala dan ganjaran, maka hendaklah kita baca sahur dengan dhammah sin (suhur), kalau kita memakannya untuk menguatkan badan, hendaklah kita baca dengan fathah sin (sahur).

Makan sahur dikatakan mengandung berkah, sebab makan tersebut menolong kita dari dari melaksanakan puasa dihari esoknya atau karena makanan yang sedikit yang disediakan untuk sahur diberi berkah. Atau berkah dimaksud disini dimaksudkan dengan pahala.

Al-Qadhi Iyadh berkata : " Boleh jadi orang yang bersahur mendapat berkah, adalah mereka diwaktu bersahur mereka membaca dzikir atau bershalat atau istiqhfar, atau sesuatu amalan lain yang dikerjakan sesudah bangun dari tidurnya untuk bersahur ". 

Ibnu Daqiqil Id berkata : " diantara yang menyebabkan kesunnatan besahur, ialah untuk menyalahi ahlul kitab. Mereka tidak bersahur. Dan bersahur itu telah dipandang tertunai dengan makan sedikit, atau minum sedikit.".

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Said Al Khudry dari Nabi Saw bersabda yang artinya :

" Makanan sahur itu mengandung berkah. Karena itu janganlah kamu meninggalkannya, walaupun kamu sekedar minum seteguk air. Allah dan para Malaikatnya bershalawat atas orang-orang yang bersahur.".

Diriwayatkan oleh Said ibn Manshur dari Nabi Saw bersabda yang artinya :

" Bersahurlah kamu walau hanya dengan sesuap makanan".

Zaid pernah menerangkan kepada Anas bahwa dia beserta dengan temannya makan sahur bersama-sama Rasulullah Saw. Setelah makan bersama-sama Zaid dan teman-temannya, Rasulullah pun bangun untuk mengerjakan shalat subuh.

Anas, bertanya kepada Zaid : " Berapa lama berselang antara selesai sahur dengan bangun mengerjakan shalat subuh itu?". Zaid menerangkan bahwa antara selesai sahur dan bershalat adalah sekedar lama membaca  50 atau 60 ayat Al-Qur'an.

Lima puluh ayat ini adalah ayat-ayat yang sederhana, bukan ayat yang panjang dan bukan pula ayat yang pendek, dan pembacaan ini pula adalah pembacaan yang sederhana, tidak lambat dan juga tidak cepat.

Al Muhallab berkata : " Hadits ini menjangka atau mengukur waktu dengan amalan badan. Orang Arab biasa mengukur waktu dengan amalan. mereka berkata : ' selama memeras susu seekor kambing".

Tindakan dari para sahabat ini memberikan pengertian bahwa waktu antara sahur dan shalat subuh adalah waktu waktu mentilawatkan Al-Qur'an. Ibnu Abi Jamrah berkata : " Hal ini memberi isyarat bahwa seluruh waktu para sahabat dipergunakan untuk ibadah. Juga hadits ini menganjurkan kita  menta'khirkan sahur, karena itulah yang lebih sesuai dengan maksud bersahur."

Ibnu Abi Jamrah berkata juga bawah : " Nabi Saw senantiasa mengerjakan apa yang lebih mashlahat bagi umatnya. Sekiranya nabi tidak bersahur, tentulah menimbulkan kesukaran bagi umat dan sekiranya Nabi Saw bersahur di tengah malam, Tentulah menimbulkan kesukaran juga bagi sebagian umatnya.".

Selain dari itu, hadits tersebut menyukai supaya seseorang yang utama megajak teman-temannya makan bersama-sama dan membolehkan kita berjalan malam atau keluar dari rumah dimalam hari apabilam ada keperluan. zaid ibn Tsabit datang di waktu sahur ke rumah Nabi Saw, bukan bermalam dirumah Nabi. Bahkan kita dapat memahami bahwa kita disukai berkumpul untuk bersama-sama makan sahur.

Al-Qurthuby berkata : " Hadits ini memberi pengertian bahwa Nabi Saw selesai dari sahur sebelum terbit fajar.". Dalam riwayat Abu Dzar ditambahkan perkataan : " wa akhkharussuhura = dan mereka menta'khirkan sahur.".

- Menyegerakan Berbuka Puasa.

Umat Islam yang berpuasa, akan tetap mendapat kebajikan, selama mereka masih menyegerakan berbuka puasa pada awal waktu atas dasar mengikuti Sunnah dan menyalahi kaum Yahudi dan Nashara.

Hadits Tentang Keutamaan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa
Hadits Tentang Keutamaan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa
Didalam hadits lain, di riwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahwa kaum Yahudi dan Nashara itu mengakhirkan berbuka hingga nampak bintang bertaburan.

Al Muhallab berkata: "  hikmah dari disuruhkan kita untuk segera berbuka di awal waktu itu adalah agar kita tidak menambah panjang siang".

Para Ulama sependapat menetapkan bahwa berbuka itu adalah setelah nyata matahari terbenam, baik dengan ru'yah (melihat) sendiri, ataupun dengan pengakuan dua orang atau seorang " adil".

Ibnu Daqiqil Id berkata : " Haditsd ini menolak pendirian orang-orang syiah yang menelatkan berbuka, sehingga bintang bertaburan. Tindakan Syiah sudah barang tentu bukan menjadi sebab bagi wurudul hadits = datangnya hadits ini, sebab kaum Syiah pada waktu itu belum ada. Maka sebab datangnya hadits ini, adalah tindakan kaum-kaum Yahudi dan Nashara yang menelatkan berbuka."

Asy Syafi'y berkata dalam Al Umm : " Menyegerakan berbuka disukai, tapi tidak dimakruhkan kita menelatkannya, terkecuali jika disengaja menelatkannya dan memandang menelatkannyalah yang baik ".

Zhahir perintah menunjuk kepada wajib. Para Ulama men-Sunnatkannya. Ibnul Mundzir berkata : " Ulama sepakat menetapkan bahwa bersahur itu sunnat, bukan wajib. Dasar memalingkan perintah dari wajib kepada sunnah, ialah Nabi Saw sendiri pernah berpuasa terus - menerus tanpa berbuka dan bersahur ".

Al Hafizh berkata : " di antara bid'ah yang berkembang di masa ini ( masa AL Hafizh ) ialah menempatkan adzan yang kedua untuk Subuh sebelum fajar, kira-kira sepertiga jam, serta  memadamkan lampu untuk menjadi pertanda bahwa waktu imsak telah tiba ".

Ibnu Abdil Barr berkata : " Hadits- Hadits yang berkenaan dengan masalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur adalah hadits-hadits shahih yang mutawatir ". Diterangkan oleh Abdurrazaq dari Amr ibn Mimunah Al Azdy yang artinya :

" Sahabat- sahabat Muhammad adalah orang-orang yang paling segera berbuka dan paling lambat bersahur".

Dari semua penjelasa tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Hadits 1, memerintahkan kita bersahur, Hadits 2, mendorong kita menta'khirkan sahur hingga sebelum fajar, dan Hadits 3, mendorong kita untuk menyegerakan berbuka sesudah nyata terbenam matahari, sebagaimana menyatakan bahwa umat Islam ini berada dalam kebajikan semala mereka memelihara sunnah ini atas dasar mengikuti Syara'.

Demikian penjelasan singkat diatas, semoga bermanfaat.
Sumber : Ilmu Hadits
Penulis : Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy


Advertisement by Google 2

Hadits Tentang Keutamaan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Edhokasilmu

0 komentar:

Posting Komentar