Pengertian, Hakikat, Proses, Ciri, Aspek Serta Dampak Globalisasi - pembelajaranmu
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Hakikat, Proses, Ciri, Aspek Serta Dampak Globalisasi

Globalisasi dalam Kehidupan Bangsa dan Negara

Tahukan kita dengan globalisasi? Apa saja dampak dari globalisasi dan apakah akan berdampak baik atau justru berdampak buruk  dalam kehidupan masyarakat Indonesia?

Untuk lebih jelasnya dan untuk lebih memahaminya, pada kesempatan ini kita akan coba membahasnya mulai dari pengertian globalisasi, aspek dan ruang lingkupnya, dampak globalisasi baik positif atau negatif serta pentingnya kita menyikapi pengaruh dari globalisasi itu sendiri. Berikut uraiannya.

Pengertian, Hakikat, Proses, Ciri, Aspek Serta Dampak Globalisasi

1. Hakikat Globalisasi.

Apa kita semua tahu apa itu globalisasi? Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, menyatakan bahwa globalisasi merupakan proses  masuk keruang lingkup dunia. 

Globalisasi bersumber dari kata globe atau global, yaitu dunia atau bola dunia. Globalisasi dapat diartikan sebagai suatu hal atau kejadian yang bersifat keseluruhan atau umum, yang terkait dengan dunia yang mencakup kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang layak diperhitungkan.

Istilah globalisasi berasal dari kata global, yang artinya secara umum atau keseluruhan, taksiran secara bulat, secara garis besar yang melibatkan kesadaran masyarakat dunia akan kontinuitas lingkungan yang terkonsentrasi sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Berdasarkan dari asal katanya, globalisasi diambil dari kata global, yang memiliki makna universal (menyeluruh) dan dipandang sebagai suatu proses sosial, sejarah, ilmiah yang akan dapat membawa seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terikat satu sama lain.

Hal tersebut akan mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli.

a. Selo Sumardjan (2002).

Dalam bukunya menyatakan bahwa globaliasai adalah terbentuknya sistem organiasasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama.

b. Emanuel Richter (1998).

Dalam bukunya menyatakan bahwa globalisasi yaitu suatu jaringan kerja global yang secara bersamaan menyatukan masyarakat yang belum terpecah-pecah kedalam ketergantungan dan peraturan dunia.

c. Robert O.Keohane dan Joseph S.Nye (1993).

Dalam bukunya menyatkan bahwa globalisasi adalah saling berhubungan integrasi, dan saling keterikatan atar masyarakat dan negara-negara seluruh dunia.

d. Lodge (1996).

Dalam bukunya menyatakan bahwa globalisasi merupakan suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat saling menjangkau satu dengan yang lainnya, saling berhubungan dalam aspek kehidupan baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan hidup.

Globalisasi memang tidak dapat diartikan secara spesifik dalam kehidupan ini. Namun masing-masing bidang akan berkaitan antara satu sistem dengan sistem lainnya. Di era globalisasi sekarang kita jalani saat ini bisa dikatakan bahwa dunia semakin sempit sehingga proses hubungan antar bangsa dan negara semakin dekat.

Dengan hal tersebut, maka globalisasi akan melahirkan pandangan baru tentang konsep dunia tanpa batas yang akan membawa kepada setiap perubahan baru di dunia yang nantinya akan secara tidak langsung sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat dan negara di dunia mengikuti sistem atau kaidah yang sama.

2. Proses Globalisasi.

Di penghujung abad ke-20 kita semua diperhadapkan dengan gejala baru yang disebut dengan globalisasi melalui proses yang panjang dalam sejarahnya dan terdiri dari enam tahapa yang diantaranya adalah;

a. Tahapan embrional (tahun1500 – 1800).

Pada tahap ini di bulan september 1522 Sevilla telah berada di Spanyol melalui proses pelayaran mengelilingi bumi untuk kali pertama. Sevilla memberikan bukti eksklusif bahwa bumi ini bulat dengan rute-rute lautan untuk mempermudah palayaran keliling.

b. Tahapan Pertumbuhan (1810 – 1870).

Setelah tahun 1700-an, Eropa Barat memperoleh keuntungan yang tidak setara dan kaum miskin pedesaan hanya memperoleh sedikit keuntungan. Apalagi diperkuat oleh gelombang imperialisme abad ke-19.

c. Tahapan Memulai (1870-1920).

Selama tahun 1870-an, beberapa wilayah di dunia bisa dibilang memiliki kedudukan yang sama dalam gambaran ekonomi dunia. Cina, India, dan Kekaisaran Ottoman memainkan peran ekonomi penting bersama Eropa Timur. 

Hal ini hampir sama dengan fenomena ekonomi global saat ini, dimana posisi kunci para pelaku ekonomi dan politik berada pada garis segitiga antara Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.

d. Tahapan Perjuangan Hegemoni (1920-1960)

Poin terkahir yaitu dampak Perang Dunia Pertama dan depresi besar yang diikuti dan dipadukan dengan gelombang nasionalisme yang mulai marak di negara-negara dunia ketiga, mulai menggerogoti Eropa. 

Akibatnya, kepemimpinan ekonomi global bergeser ke Amerika Serikat yang mulai mendominasi ekonomi global setelah Perang Dunia II. Namun, perusahaan multinasional baru-baru ini telah membantu memperluas ekonomi global di luar kemampuan institusi politik, nasional, dan internasional.

e.  Tahapan Ketidakpastian (1960-1990)

Selama periode dari akhir perang dunia kedua hingga 1970-an, ekonomi dunia didominasi oleh Amerika Serikat. Sekarang, meskipun produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat masih yang terbesar, tetapi sekitar 45% dari PDB dunia adalah peran Uni Eropa, Jepang, dan negara-negara industri baru di Asia Tenggara dan Timur (Korea, Taiwan, dan Singapura) dan China sebagai penggerak perekonomian.

f. Tahapan Budaya Global (setelah 1990)

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa proses globalisasi merupakan proses kehidupan yang luas dan tidak terbatas (global) sehingga pengaruhnya dapat mengubah tatanan kehidupan bangsa seperti dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Keenam tahapan tersebut merupakan akibat dari revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Revolusi ilmu pengetahuan ini dengan segala bentuknya telah mendorong perluasan budaya global dengan ciri mobilitas tinggi serta arus informasi yang tidak terbendung lagi.

Adapun Manifestasi dari arus budaya global ini adalah sebagai berikut.

a. Adanya arus atau aliran etnis yang ditandai dengan mobilitas manusia yang tinggi seperti imigran, turis, pengungsi, pekerja, dan pendatang. Arus orang ini telah melewati batas wilayah negara.

b. Arus teknologi ditandai dengan mobilitas teknologi, munculnya perusahaan multinasional dan perusahaan transnasional yang kegiatannya dapat menembus batas-batas negara.

c. Adanya arus keuangan ditandai dengan meningkatnya mobilitas modal, investasi. Pembelian melalui Internet untuk menyimpan uang di bank asing.

d. Adanya Arus media yang ditandai dengan semakin berkembangnya mobilitas informasi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Berbagai peristiwa di belahan dunia seolah-olah ada di depan kita karena kecepatan informasi.

e. Aliran gagasan yang ditandai dengan derasnya nilai-nilai baru yang masuk ke suatu negara. Dalam aliran pemikiran inilah muncul isu-isu yang sudah menjadi bagian dari masyarakat internasional. 

Isu-isu tersebut merupakan isu internasional yang tidak hanya berlaku di wilayah nasional suatu negara (isu kesetaraan gender, isu demokratisasi, isu peningkatan upah buruh, isu HAM, isu lingkungan).

Tidak dapat dipungkiri bahwa arus budaya global, khususnya arus ide, telah melahirkan berbagai isu internasional. 

Kita sebagai bangsa tidak bisa lagi mengasingkan diri karena batas-batas negara tidak lagi mampu menghadang serbuan arus global. Saling ketergantungan dan hubungan internasional menuntut bangsa Indonesia untuk berinteraksi dan bersaing untuk kemajuan.

3. Ciri – Ciri Globalisasi.

Menurut Thomas L. Friedman, sebagaimana tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Lexus and The Olive Tree” (1999), globalisasi memiliki dimensi ideologis, yaitu kapitalisme dan dimensi ekonomi (pasar bebas). 

Selain itu juga memiliki dimensi teknologi yaitu teknologi informasi yang telah menyatukan dunia. Oleh karena itu, menurut Thomas L. Friedman, kita harus memakai “baju baru” atau “software” yang sesuai untuk dapat mengikuti arus globalisasi.

Berikut ini adalah beberapa ciri yang menunjukkan fenomena globalisasi yang berkembang di dunia.

a. Sebuah Perubahan konstelasi ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam (HP), televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa perkembangan komunikasi global terjadi begitu cepat, sedangkan pergerakan massa seperti pariwisata memungkinkan kita untuk mengalami banyak hal dari budaya yang berbeda.

b. Pasar dan produksi ekonomi di berbagai negara menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, meningkatnya pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

c. Meningkatkan interaksi budaya melalui perkembangan media massa (khususnya televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olahraga internasional). hari ini, kita dapat mengkonsumsi dan mengalami ide dan pengalaman baru tentang hal-hal yang melintasi budaya yang berbeda, misalnya di bidang mode, sastra, dan makanan.

d. Meningkatnya masalah bersama, misalnya di bidang lingkungan, krisis multinasional, inflasi regional.

Tanda-tanda munculnya globalisasi adalah sebagai berikut.

a. Ruang Pribadi (personal Space).

Ruang kebebasan pribadi untuk mengungkapkan pendapat, identitas, dan kepribadian semakin sempit. Hal ini disebabkan banyaknya pesan atau tuntutan kehidupan modern yang harus dilaksanakan. Akibatnya beban moral semakin berat dan seolah-olah tidak ada lagi kebebasan pribadi untuk mengembangkan ide-ide orisinal. Ditambah lagi dengan nilai-nilai lama yang dijungkirbalikkan dan diganti dengan nilai-nilai baru yang bersifat materialistis.

b. Sebagai Era Persaingan.

Globalisasi memberikan tingkat persaingan ekonomi-politik antar bangsa, baik dari perspektif perebutan kekuasaan (konflik) maupun ekuilibrium (keseimbangan). 

Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan orang-orang dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen memiliki lebih banyak pilihan barang.

Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas daripada pasar domestik. 

Hal ini diwujudkan dalam pengurangan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan non-tarif. Dengan demikian, kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi lebih cepat, lebih ketat, dan lebih adil.

c. Tingginya Intensitas Hubungan Antar Budaya, Norma Sosial, Kepentingan, dan Ideologi Antar Bangsa

Internet dan satelit komunikasi menghubungkan banyak negara di dunia. Secara sosiologis, ini sering disebut sebagai desa global. Konsekuensi yang sangat penting dari globalisasi adalah bahwa setiap bangsa dituntut memiliki kesiapan budaya untuk berintegrasi ke dalam sistem internasional tanpa dikaburkan oleh identitas persatuan nasionalnya. 

Selain itu, globalisasi telah menyebabkan kesenjangan yang semakin lebar antara konsumen dan konsumen. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas daripada pasar domestik. 

Hal ini diwujudkan dalam pengurangan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan non-tarif. Dengan demikian, kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi lebih cepat, lebih ketat, dan lebih adil.

Menurut Martin Khor, sebagaimana tertuang dalam bukunya yang berjudul “Rethinking Globalization” (2001), ada dua ciri utama globalisasi, yaitu sebagai berikut.

a. Dalam globalisasi terjadi peningkatan konsentrasi dan monopoli berbagai sumber daya dan kekuatan ekonomi oleh perusahaan transnasional (multinasional). Perusahaan transnasional adalah perusahaan yang memproduksi barang atau melayani pasar di lebih dari satu negara.

b. Globalisasi dalam kebijakan nasional dan mekanisme pembuatan kebijakan, yang meliputi bidang sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang sebelumnya berada di bawah yurisdiksi pemerintah dan masyarakat dalam wilayah negara-bangsa, kini bergeser menjadi di bawah kekuasaan negara. pengaruh atau proses instansi pemerintah. internasional atau perusahaan besar dan pelaku ekonomi dan keuangan internasional.

4. Aspek – Aspek Globalisasi.

Globalisasi merupakan perkembangan yang tidak dapat dihindari atau dicegah. Kemajuan teknologi komunikasi yang menghasilkan media massa yang canggih memudahkan globalisasi. 

Teknologi informasi dan komunikasi telah menghubungkan orang-orang di seluruh dunia menjadi satu sistem komunikasi. 

Teknologi telah memudahkan terbentuknya budaya dunia, yaitu budaya yang dianut oleh seluruh umat manusia di dunia ini. 

Budaya bisa berasal dari satu bangsa atau ras. Namun, proses globalisasi telah membuat budaya setiap orang diperkenalkan secara sistematis dan intensif ke seluruh pelosok dunia.

Bagi kehidupan bangsa Indonesia, masuknya pengaruh asing di era globalisasi ini sudah tidak dapat dibendung lagi. 

Komunikasi antar negara di dunia menjadi semakin mudah dan tak ada hentinya. Kemajuan teknologi dan sistem informasi negara lain juga cenderung meningkat. Ini memiliki konsekuensi yang luas. 

Bangsa Indonesia tidak bisa menutup diri atau menerapkan politik pintu tertutup di era globalisasi. Jika kebijakan pintu tertutup diterapkan, maka akan merugikan masyarakat Indonesia sendiri. 

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus melakukan kebijakan pintu terbuka dengan melakukan seleksi yang tepat sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Proses saling mempengaruhi merupakan fenomena alam dalam interaksi antar manusia. Melalui interaksi dengan berbagai komunitas lain, bangsa atau kelompok masyarakat yang mendiami Nusantara (sebelum bangsa Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan dipengaruhi. 

Pada hakekatnya bangsa Indonesia atau bangsa lain berkembang karena pengaruh dari luar. Kemajuan dapat dicapai dengan berinteraksi dengan pihak luar. 

Gambar di atas menunjukkan bahwa mempengaruhi dunia luar adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Pengaruh ini selalu memiliki dua sisi, yaitu positif dan negatif.

Maka, bangsa Indonesia harus mampu mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya agar mampu menyeleksi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. 

Masyarakat Indonesia tidak akan mendapatkan sisi positif dari globalisasi jika tidak mampu mempersiapkan diri dengan baik. Di sisi lain, kita akan dapat terhindar dari aspek negatif globalisasi jika kita juga mampu mempersiapkan diri dengan baik.

5. Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Berbagai Bidang.

Berbagai aspek kehidupan telah terpapar dampak dari globalisasi di masa sekarang ini, baik dampak yang bersifat positif atau yang bersifat negatif yang di antaranya adalah sebagia berikut.

1. Bidang Politik.

a. Dampak positif.

- Adanya perubahan sistem ketatanegaraan di berbagia negara.

- Adanya perubahan lembaga – lembaga negara, misalnya di Indonesia, lahirnya mahkamah konstitusi, dihapuskannya DPA, lahirnya dewan perwakilan daerah (DPD) dan lainnya.

- Semakin berkembangnya jumlah partai politik baru. Meningkatnya kesadaran politik masyarakat. Misalnya dalam pelaksnaan pemilu yang dilakukan secara langsung masyarakat sangat antusias.

b. Dampak negatif.

- Munculnya sikap arogansi politik (kekuasaan dan politik)

- Bertumbuh kembangnya tradisi muney politik (politik uang) dalam kehidupan politik masyarakat.

2. Bidang Ekonomi.

a. Dampak positif.

- Masyarakat dengan sangat mendapatkan barang konsumtif mereka

- Mempermudah proses pembangunan industri

- Mendorong lapangan kerja yang memiliki keterampilan kerja

- Mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional

- Suku bunga bank rendah

- Meningkatnya ekspor terutama barang hasil produksi indsutri kecil dan besar serta hasil kerajinan rakyat

- Melaksanakan ekonomi kerakyatan seperti yang diamatkan dalam Pancasila terutama sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan pasal 33 UUD 1945.

- menghindari pola hidup konsumtif.

b. Dampak negatif.

- Matinya usaha kecil yang tidak kompetitif

- Munculnya kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan petani

- Upah kerja yang tidak profesional atau rendah

- Jumlah angka pengangguran masih tinggi

3. Bidang sosial dan budaya.

a. Dampak positif.

- Mempercepat pola kehidupan suatu bangsa

- Terjadinya pergeseran nilai dalam kehidupan bermasyarakat

- pesatnya pertumbuhan informasi dan teknologi

b. Dampak negatif.

- Kesulitan dalam pengendalian dan seleksi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia

- Mudahnya medapatkan barang – barang ilegal, seperti barang – barang pornografi, narkoba dan lainnya

- Memudarnya rasa kebersamaan menjadi kehidupan yang individualis

- Makin meningkatnya budaya kekerasan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat

4. Bidang Hankam.

a. Dampak positif.

- Kerjasama pertahanan dan keamanan

- Diperlukan pasukan bersenjata untuk kepentingan perdamaian negara-negara yang sedang bergejolak

b. Dampak negatif.

- Munculnya gerakan – gerakan separatisme

- Adanya gejala disintegrasi bangsa yang memebahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara

- Terjadinya pelanggaran teritorial negara

- Adanya campur tangan pihak asing dalam setiap kebijakan negara.

Kita sudah sepatutunya senantiasa mempersiapkan diri agar bisa memenangkan arus globalisasi saat ini. Tujuan untuk mendapatkan segi positif dari globalisasi dan mampu menghindarkan diri dari aspek negatif globalisasi tentunya membutuhkan persiapan.

Adapun persiapan yang dibutuhkan dalam menghadapi dampak globalisasi itu sendiri diantaranya adalah sebagai berikut;

a. Pembangunan kulaitas manusia melalui pendidikan

b. Pembekalan keterampilan hidup (life skill) kepada masyarakat agar mampu menciptakan kreatifitas dan kemandirian

c. Berusaha menumbuhkan budaya dan sikap hidup global, seperti mandiri, kreatif, menghargai karya orang lain, optimis dan terbuka

d. Usaha dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional dan

e. Berusaha untuk selalu menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.

Cukup sekian apa yang dapat kami sampaikan tentang globalisasi pada kesempatan kali ini semoga memberi manfaat bagi kita semua dan terimakasih.

Sumber: Kemdikbud-RI-2017

Posting Komentar untuk "Pengertian, Hakikat, Proses, Ciri, Aspek Serta Dampak Globalisasi"